BINJAI | kliksumut.com– Jelang hari besar keagamaan, harga bahan pangan mulai merangkak naik. Naiknya sejumlah harga bahan pangan strategis di beberapa pasar tradisional yang ada di Kota Binjai, langsung disikapi oleh Pemerintah Kota (Pemko) Binjai. Dinas Ketahanan Pangan Kota Binjai melakukan pengecekan di pasar tradisonil Tavip.
Kenaikan harga bahan pangan disebabkan memasuki bulan Ramadan 1445 Hijriah. Selanjutnya, umat agama Hindu merayakan hari Raya Nyepi, Senin (11/3/2024) mendatang.
BACA JUGA: Pemprov Sumut Sidak Kilang Padi, Ini Penyebab Harga Beras Naik
“Saat ini masyarakat di Kota Binjai tidak perlu khawatir lagi dengan harga beras medium kemarin hingga saat ini bertahan diharga Rp. 14.500/ Kg, harga ini tergolong cukup tinggi. Saat Dinas Ketahanan Pangan dan distributor melakukan monitoring ke Pasar Tavip, ditemukan harga beras medium degan harga Rp12.500/Kg. Harga ini lebih murah Rp. 2.000 dibandingkan harga pasaran”, ujar Lina selaku Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan Kota Binjai kepada kliksumut.com, Kamis (22/2/2014)
Ia mengatakan, setelah kita survei peredarannya, beras ini hanya terjual di Pasar Tavip saja, tidak kita temukan beras medium murah ini di warung ritail pemukiman rumah. Namun seperti harga cabai merah, cabe rawit dan bahan bumbu lainnya mulai saat ini masih belum normal dari harga biasanya.
“Kenaikan harga bahan pangan mulai dirasakan masyarakat sejak sepekan jelang tahun baru Imlek hingga saat ini,” terangnya.
BACA JUGA: Harga Beras Meroket, Ibu Rumah Tangga Kewalahan
Lina menuturkan, saat ini harga bahan pangan mengalami inflasi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai fokus menjalankan instruksi langsung dari Badan Pangan Nasional, sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 403/TS.02.02/K/12/2023 tentang Petunjuk Teknis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan beras di tingkat konsumen 2024, sesuai juknis.
Lebih lanjut Lina menambahkan harga pangan saat ini masih bergerak naik. untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian Kota Binjai siagakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Binjai dan sekitarnya. Hal tersebut guna menormalkan kembali harga komoditas yang mengalami kenaikan atau melakukan pencegahan agar harga bahan pangan tidak terus merangkak naik,” tutup Lina. (Dody Ariandi)





