KARO | kliksumut.com – Dampak dari kenaikan harga beras yang terus menerus melambung tinggi membuat Ibu Rumah Tangga (IRT) menjerit,dimana harga beras dipasaran dalam seminggu terakhir terus melambung tinggi tentunya dengan kenaikan harga sembako tersebut para Ibu Rumah Tangga menjadi kalang kabut dalam mengatur keuangan dan urusan dapur.
Seperti diutarakan seorang ibu rumah tangga Rasmainah (46) kepada wartawan, Kamis (21/9/2023) menyebutkan seminggu lalu harga beras Merk Gunung yang dibelinya di Pasar Berastagi hanya Rp 370.000,- dan hari ini harga beras tersebut sudah naik lagi menjadi Rp 390.000,- di dalam 30Kg.
BACA JUGA: Pemkab Karo Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional Tahun 2023
Disebutnya otomatis dengan kenaikan harga beras yang terus melambung tinggi, dirinya dan para ibu rumah tangga pastinya dalam kesulitan dan menjadi kalang kabut untuk mengatur keuangannya, belum lagi untuk memenuhi kebutuhan dapur seperti ikan, garam, cabe, tomat dan lainnya, tentunya ini semua sangat memberatkan bagi dirinya dan para ibu rumah tangga.
“Kami sangat mengharapkan agar Pemerintah dapat kembali menormalkan harga sembako terutama beras yang menjadi kebutuhan pokok, karena kami para ibu rumah tangga sangat mengerti bagaimana keuangan dan uang belanja kami sampai dimana,” pungkasnya.
Sementara itu salah satu pedagang beras di Pasar Berastagi Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Arni br Sembiring ketika dikonfirmasi mengungkapkan, harga beras saat ini memang mengalami kenaikan.
Peningkatan harga ini sudah terjadi sejak dua pekan terakhir, dijelaskanya untuk saat ini harga beras medium Rp.10.000,- ribu per kilogramnya yang sebelumnya hanya Rp 8.500 per kg, untuk beras Matahari Rp 15.000,- yang sebelumnya hanya Rp.12.000,- per kg,dan untuk beras Merek Matahari Rp 15.000,- per Kg, yang sebelumnya di kisaran Rp.13.000,- per Kg.
Menurut Arni dengan naiknya harga beras belakangan ini sangat mempengaruhi penjualan, pasalnya jumlah pembeli mengalami penurunan yang cukup signifikan.
BACA JUGA: Tekan Stunting, Cory Sebayang Buka Rapat Evaluasi TP.PKK Karo
Termasuk penjualan kepada langganan yang biasa mengambil beras di warungnya jumlahnya juga berkurang, yang sebelumnya sampai 1 ton, kini hanya 250 kg.
“Sebelum harga beras naik, biasanya pelanggan saya mengambil beras sebanyak 1 ton untuk sekali pengambilan, kini hanya membeli lima karung saja,” sebut Arni.
Meskipun harga beras belakangan ini merangkak naik, kata Arni belum ada masyarakat yang mengeluhkan kondisi ini, mereka hanya menanyakan saja harga beras sedikit mahal. (Her)








