Atas penciptaan lagu itu, Gubernur memberikan penghargaan yang diserahan kepada Prof Ismet Danial Nasution, putra dari KH Rivai Abdul Manaf Nasution. Setelah itu, ia pun mengajak seluruh umat Islam untuk mengambil makna kebanggaan dan bersatu untuk kejayaan Agama dan bangsa.’
Sementara dalam ceramahnya, UAS menegaskan, bahwa lantunan Allahu Akbar jangan diibaratkan sebagai ciri yang buruk. Sebab orang yang menyebutkan itu, menandakan bahwa kebesaran hanya ada pada Allah, sebagaimana dalam setiap Azan berkumandang.
BACA JUGA: Gubernur Sumut Dijadwalkan Buka PERPAMNAS VII
“Setiap azan berkumandang, Allahu Akbar Allahu Akbar. Maka setan lari sambil terkentut (HR Bukhari dan Muslim). Itu ada haditsnya,” ucap UAS.
Selain itu, UAS juga menilai bahwa Sumut merupakan provinsi yang sangat masyarakatnya sangat toleran. Saling menghargai perbedaan suku dan agama, serta hidup harmonis di dalamnya tanpa ada paksaan. Kondisi itu dibuktikan dengan keberadaan etnis Tiongkok maupun India yang hidup dan beribadah dengan tenang. (Wl)








