GIICOMVEC 2026 Jadi Momentum Kuatkan Industri Kendaraan Niaga

GIICOMVEC 2026 Jadi Momentum Kuatkan Industri Kendaraan Niaga
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri kendaraan niaga nasional sebagai tulang punggung sistem logistik dan distribusi barang di Indonesia.

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri kendaraan niaga nasional sebagai tulang punggung sistem logistik dan distribusi barang di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto, saat membuka GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo 2026 (GIICOMVEC 2026) di Jakarta, dikutip dari laman Kemenperin, Kamis (9/4/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Eko, sepanjang tahun 2025 sektor industri alat transportasi memberikan kontribusi sebesar 1,27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Angka ini diperkuat oleh subsektor perdagangan kendaraan dan jasa reparasi yang menyumbang 2,02 persen terhadap PDB.

“Kinerja ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan distribusi barang, layanan purna jual, serta peremajaan armada kendaraan niaga di berbagai sektor usaha,” ujarnya.

Dari sisi permintaan, sektor transportasi dan pergudangan juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 8,78 persen pada 2025. Hal ini menunjukkan kebutuhan terhadap kendaraan niaga yang efisien dan andal semakin meningkat seiring perkembangan ekonomi nasional.

Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan GIICOMVEC 2026 dinilai sangat strategis sebagai platform yang menghadirkan solusi kendaraan komersial guna menjawab kebutuhan logistik dan transportasi nasional.

Namun, Kemenperin juga menyoroti sejumlah tantangan struktural. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), produksi kendaraan niaga pada 2025 mengalami penurunan 3,5 persen menjadi sekitar 164 ribu unit. Dampaknya, tingkat utilisasi industri turun ke kisaran 58 persen, di bawah batas efisiensi ideal.

Selain itu, terjadi ketidakseimbangan antara produksi domestik dan penjualan nasional, dengan selisih sekitar 4.000 unit pada 2025 yang dipenuhi oleh produk impor.

BACA JUGA: Kemenperin Perkuat Verifikasi Emisi Industri, Dorong Target Net Zero Emission 2060

“Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan pasokan domestik yang harus segera direspons melalui penguatan struktur industri dan peningkatan efisiensi produksi,” tegas Eko.

Kemenperin juga menegaskan komitmennya mendukung kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (Zero ODOL) guna menciptakan sistem logistik yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Langkah ini dilakukan melalui penguatan standar teknis kendaraan, percepatan sertifikasi, hingga integrasi data kendaraan dalam sistem nasional.

Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap praktik transaksi kendaraan yang tidak sesuai ketentuan serta maraknya peredaran truk impor tanpa proses homologasi yang memenuhi standar emisi Euro 4.

“Kondisi ini berpotensi menciptakan persaingan usaha tidak sehat serta menghambat pengendalian pencemaran udara,” tambahnya.

Di sisi lain, GIICOMVEC 2026 dinilai semakin penting sebagai ajang business-to-business yang mempertemukan pelaku industri, pengguna, dan pemangku kepentingan. Tahun ini, pameran menghadirkan 14 merek kendaraan komersial dan lebih dari 35 industri pendukung.

Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa kendaraan komersial memiliki peran vital dalam menjaga kelancaran distribusi nasional.

“Truk dan bus adalah urat nadi yang menghubungkan pusat produksi dengan pasar. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, dibutuhkan kendaraan yang tangguh, efisien, dan berbasis teknologi masa depan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan capaian positif ekspor otomotif Indonesia pada 2025, dengan total ekspor kendaraan utuh (CBU) mencapai 518.212 unit atau meningkat 9,75 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, kendaraan komersial menyumbang 20.326 unit, menandakan daya saing global yang semakin kuat.

BACA JUGA: Kemenperin Perkuat IKM Kerajinan Lewat Business Matching 2026

GAIKINDO menargetkan lebih dari 11 ribu pengunjung profesional dalam ajang ini, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produk kendaraan komersial Indonesia menembus pasar internasional.

Melalui GIICOMVEC 2026, Kemenperin berharap tercipta kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat struktur industri, meningkatkan efisiensi, serta mendorong inovasi kendaraan niaga yang adaptif dan berkelanjutan. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait