Gajah Liar Kembali Teror Pemukiman Warga Aceh Selatan, Warga Desak Tindakan Konkret

Gajah Liar Kembali Teror Pemukiman Warga Aceh Selatan, Warga Desak Tindakan Konkret
Warga Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, kembali diresahkan oleh kehadiran gajah liar yang merusak kebun mereka pada malam hari. (kliksumut.com/ist)

REPORTER: Dahyati
EDITOR: Wali

KLIKSUMUT.COM | ACEH SELATAN – Warga Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, kembali diresahkan oleh kehadiran gajah liar yang merusak kebun mereka pada malam hari. Insiden ini terus berulang, menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat.

“Semalam gajah itu datang lagi dan merusak kebun serta pondok yang biasa digunakan warga untuk beristirahat,” ungkap Misbahuddin, salah satu warga Desa Malaka, pada Minggu (18/8/2024).

BACA JUGA: Warga Resah, Gajah Liar Masuk Pemukiman di Menggamat

Menurutnya, meski tidak ada korban jiwa, kerusakan yang ditimbulkan gajah tersebut membuat warga merugi secara finansial. Hasil kebun yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga hancur, memicu keresahan di seluruh desa. “Ketika kebun dirusak, otomatis sumber penghidupan kami ikut hilang,” tambahnya.

Gajah liar tersebut diperkirakan berasal dari Kawasan Arumbabah yang berseberangan dengan pelabuhan Jambo Teka. Setiap malam, menjelang magrib, gajah tersebut keluar dari habitatnya dan menyeberang menuju Desa Lawe Melang, bahkan hingga mencapai Desa Malaka dan Desa Si Urai-Urai. Setelah berkeliaran dan menimbulkan kerusakan, gajah itu kembali ke Kawasan Arumbabah menjelang subuh.

Kejadian ini hampir terjadi setiap malam, membuat warga merasa tidak tenang dan terus-menerus cemas akan serangan berikutnya. “Kami benar-benar menderita, hampir setiap malam kami harus waspada terhadap gajah ini,” ujar Misbahuddin dengan nada penuh harap.

BACA JUGA: Terkait Gajah Rusak Kebun Warga, BKSDA Bersama Muspika Akan Lakukan Pengusiran

Warga mendesak pemerintah daerah dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk segera mengambil tindakan nyata dalam menangani permasalahan ini. Mereka juga meminta agar diberikan kompensasi atas kerugian yang diakibatkan oleh gajah liar tersebut.

Situasi yang tidak kunjung terselesaikan ini menimbulkan frustrasi di kalangan warga. Mereka berharap solusi cepat, baik berupa relokasi gajah maupun langkah-langkah lain yang bisa melindungi kebun mereka. Dengan demikian, mereka bisa kembali hidup tenang tanpa rasa takut akan gajah liar yang terus datang menghantui setiap malam. (KSC)

Pos terkait