Evaluasi Kekalahan Indonesia di Uber Cup 2026: Curhat Pemain Usai Takluk dari Korea Selatan

Evaluasi Kekalahan Indonesia di Uber Cup 2026: Curhat Pemain Usai Takluk dari Korea Selatan
Kekalahan tim bulu tangkis putri Indonesia dari Korea Selatan di semifinal Uber Cup 2026 masih menyisakan berbagai evaluasi. Para pemain pun buka suara terkait performa mereka setelah Indonesia kalah 1-3 dan gagal melaju ke final.

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kekalahan tim bulu tangkis putri Indonesia dari Korea Selatan di semifinal Uber Cup 2026 masih menyisakan berbagai evaluasi. Para pemain pun buka suara terkait performa mereka setelah Indonesia kalah 1-3 dan gagal melaju ke final.

Mulai dari sektor tunggal hingga ganda, para atlet mengungkapkan tantangan yang mereka hadapi saat melawan tim Negeri Ginseng.

Di partai pertama, Putri Kusuma Wardani mengakui sempat tampil cukup baik di gim awal saat menghadapi tunggal nomor satu dunia, An Se Young.

Ia merasa mampu mengimbangi permainan lawan, namun kehilangan fokus di poin-poin krusial. Memasuki gim kedua, perubahan tempo dari An Se Young membuatnya kesulitan dan banyak melakukan kesalahan sendiri.

“Dia sudah membaca pola permainan saya sejak awal, itu membuat saya cukup tertekan,” ungkap Putri dikutip dari laman PBSI, Senin (4/5/2026).

Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma / Amalia Cahaya Pratiwi juga mengakui laga berjalan ketat dengan rally panjang.

Namun, fokus yang menurun di momen penting menjadi titik balik kekalahan mereka. Lawan dinilai mampu mengubah ritme permainan secara tiba-tiba, membuat mereka terus berada dalam tekanan.

BACA JUGA: Indonesia Tertinggal 0-1 dari Korea Selatan di Semifinal Uber Cup 2026, Putri KW Takluk dari An Se Young

Bacaan Lainnya

Amalia menambahkan bahwa chemistry mereka sebenarnya sudah kembali terbentuk dengan baik, meski hasil belum berpihak.

Di tengah ketertinggalan 0-2, Thalita Ramadhani Wiryawan berhasil memberikan harapan bagi Indonesia setelah meraih kemenangan.

Ia mengaku bermain dengan prinsip nothing to lose dan fokus mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Strategi menyerang sejak awal menjadi kunci keberhasilannya mengamankan poin.

“Saya hanya mencoba bermain lepas dan terus menekan,” ujarnya.

Harapan Indonesia untuk memaksakan rubber match pupus setelah pasangan Rachel Allessya Rose / Febi Setianingrum gagal menyumbang poin di partai keempat.

Rachel mengungkapkan rasa kecewanya karena tidak mampu menjadi penentu kemenangan. Ia menilai lawan bermain lebih berpengalaman dan mampu mengendalikan tekanan di momen akhir.

Sementara Febi mengakui serangan lawan sangat menyulitkan, terutama dropshot tajam yang kerap menghasilkan poin.

BACA JUGA: Line Up Indonesia vs Korea Selatan di Semifinal Piala Uber 2026

“Kami mohon maaf kepada tim dan masyarakat Indonesia,” ujar Rachel.

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi tim Indonesia di Uber Cup 2026. Dari pengakuan para pemain, terlihat bahwa faktor konsistensi, fokus, dan kemampuan membaca ritme lawan menjadi aspek penting yang perlu diperbaiki.

Meski gagal melangkah ke final, semangat juang para pemain tetap menjadi modal penting untuk menghadapi turnamen berikutnya. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait