KLIKSUMUT.COM | ACEH TAMIANG – Empat minggu telah berlalu sejak banjir bandang meluluhlantakkan Desa Sukajadi, Kecamatan Karangbaru. Desa yang kini dinyatakan sebagai desa hilang itu tak lagi menyisakan rumah, sekolah, maupun fasilitas umum. Yang tampak hanyalah hamparan tanah berlumpur, puing-puing bangunan, dan jejak kehidupan yang terenggut dalam sekejap.
Namun, di balik kehancuran tersebut, denyut kehidupan warga Sukajadi masih berusaha bertahan. Di tenda-tenda pengungsian beratap terpal seadanya, anak-anak berlarian dengan kaki penuh lumpur, mencoba menciptakan tawa di tengah keterbatasan. Para ibu sibuk mengatur bahan makanan bantuan agar cukup untuk keluarga, sementara para ayah bahu-membahu memperbaiki tenda yang bocor saat hujan turun.
Ketika malam tiba, suasana pengungsian berubah sunyi. Warga berkumpul di bawah cahaya lampu darurat, saling menguatkan dengan cerita, doa, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Kepala Desa Sukajadi, Zainal Abidin Syah, mengungkapkan bahwa kondisi warganya masih jauh dari kata pulih. Hingga kini, sebagian besar masyarakat masih menggantungkan hidup di pengungsian.
“Desa kami dinyatakan sebagai desa hilang. Bapak dan Ibu bisa lihat sendiri bagaimana warga masih tinggal di tenda-tenda pengungsian,” ujar Zainal, Jumat (16/1/2026).
BACA JUGA: Gubernur Aceh Minta Dukungan Pemerintah Pusat Optimal dalam Percepatan Rehabilitasi Pascabencana
Sejak awal bencana, Pertamina EP Rantau Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona-1, hadir memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Bantuan berupa bahan pokok, makanan siap saji, hingga perlengkapan logistik disalurkan secara berkelanjutan untuk membantu meringankan beban warga.
Bagi masyarakat yang kehilangan rumah dan harta benda, bantuan tersebut menjadi sumber kekuatan moral. Zainal pun menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang terus diberikan.
“Terima kasih banyak Pertamina EP Rantau yang sudah beberapa kali hadir membantu masyarakat. Seluruh bantuan sangat bermanfaat,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Field Manager Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menjangkau desa-desa terdampak banjir bandang di wilayah operasionalnya.
“Kami berjuang memulihkan aktivitas sehari-hari masyarakat. Kami bekerja sepenuh hati agar bantuan sampai ke tangan warga, meski kami menyadari ada keterbatasan dalam memenuhi harapan banyak pihak,” katanya.
BACA JUGA: DWP Aceh Salurkan Bantuan Pemulihan Banjir di Aceh Tamiang
Hingga saat ini, bantuan Pertamina EP Rantau Field telah menjangkau puluhan desa di wilayah ring satu yang terdampak bencana.
Bagi warga Desa Sukajadi, tenda pengungsian bukan sekadar tempat berteduh. Ia menjadi simbol ketabahan dan perjuangan hidup. Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian, mereka terus mengais harapan—bermimpi suatu hari nanti desa yang hilang itu bisa bangkit kembali, berdiri lebih kuat dari sebelumnya. (KSC)
REPORTER: Dody Ariandi








