Elon Musk Semprot Penasihat Trump: “Navarro Lebih Bodoh dari Sekarung Batu Bata!”

Terus Intervensi Politik Eropa, Elon Musk Kini Dukung Pimpinan Sayap Kanan Jerman
Elon Musk berbicara dalam acara kampanye kandidat presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, di Madison Square Garden di New York, pada 27 Oktober 2024. (Foto: AP/Evan Vucci)

KLIKSUMUT.COM – CEO Tesla, Elon Musk, kembali menyulut kontroversi di media sosial. Kali ini, target sindirannya adalah penasihat perdagangan senior Presiden AS Donald Trump, Peter Navarro. Musk tak segan menyebut Navarro ‘benar-benar bodoh’ setelah sang penasihat menuding Tesla bukan produsen mobil sejati.

Elon Musk vs Peter Navarro, Adu Argumen Soal Tarif Impor dan Produksi Tesla

Pertikaian ini bermula dari pernyataan Navarro dalam wawancara dengan CNBC pada Senin (7/4/2025). Ia menyebut bahwa Tesla hanyalah perusahaan perakitan, bukan produsen mobil utuh, karena banyak komponen utamanya seperti baterai dan elektronik masih berasal dari Jepang, China, dan Taiwan. Pernyataan tersebut dilontarkan menyusul kebijakan tarif impor resiprokal yang diumumkan oleh Trump, yang diprediksi bisa menaikkan harga mobil hingga ribuan dolar.

BACA JUGA: Elon Musk Indikasikan Harga Mobil Tesla akan Terus Turun

“Jika Anda pergi ke pabriknya di Texas, sebagian besar mesin yang ia dapatkan berasal dari luar negeri. Kami ingin mobil benar-benar diproduksi di Amerika,” ujar Navarro, dikutip dari CNN Business.

Musk Balas Lewat X: “Benar-Benar Bodoh”

Tak tinggal diam, Elon Musk langsung membalas komentar tersebut melalui platform X (sebelumnya Twitter). Dalam sebuah unggahan, ia menyebut pernyataan Navarro tidak akurat.

“Apa yang dia katakan di sini terbukti salah,” tulis Musk. Ia kemudian menambahkan dalam postingan lain, “Navarro lebih bodoh dari sekarung batu bata.”

Tak hanya itu, Musk menegaskan bahwa Tesla merupakan produsen mobil dengan integrasi vertikal tertinggi di Amerika, serta memiliki persentase konten buatan AS tertinggi. “Tesla telah memimpin Indeks Buatan Amerika milik Cars.com sejak 2021,” tambahnya.

Sindiran Lebih Lanjut: Gelar Doktor Harvard Navarro Tak Ada Artinya?

Ketegangan meningkat ketika Musk sempat mengunggah (dan kemudian menghapus) komentar yang menyindir gelar doktor Navarro dari Harvard sebagai sesuatu yang “buruk” dan menuding bahwa Navarro belum pernah membangun apapun.

Meski demikian, Navarro terlihat mencoba meredakan ketegangan. Dalam wawancaranya dengan CNBC, ia menyatakan, “Semuanya baik-baik saja dengan Elon, tidak ada masalah.”

Perbedaan Pandangan Musk dan Trump Soal Perdagangan Global

Ini bukan kali pertama Elon Musk berselisih pandang dengan pemerintahan Trump. Selain masalah tarif, Musk juga diketahui berbeda pendapat tentang pentingnya perdagangan bebas. Dalam sebuah acara di Italia, ia bahkan menyatakan bahwa seharusnya tidak ada tarif antara AS dan Eropa.

Bahkan, menurut laporan Washington Post, Musk telah menyampaikan pandangannya secara langsung kepada Trump terkait kebijakan perdagangan tersebut.

Gedung Putih: “Anak Laki-Laki Akan Tetap Jadi Anak Laki-Laki”

Menanggapi pertikaian tersebut, Gedung Putih memilih untuk bersikap netral. Juru Bicara Karoline Leavitt mengatakan bahwa kedua tokoh tersebut memang memiliki pandangan berbeda, dan hal itu dianggap bagian dari dinamika demokrasi.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Tanggapi Tarif Impor Trump: Indonesia Tenang dan Siap Berunding

“Mereka jelas merupakan dua individu dengan pandangan yang sangat berbeda soal perdagangan dan tarif. Anak laki-laki akan tetap menjadi anak laki-laki,” ujarnya dalam konferensi pers.

Tarik Ulur Antara Kepentingan Industri dan Kebijakan Negara

Pertikaian publik antara Elon Musk dan Peter Navarro mencerminkan kompleksitas hubungan antara kebijakan nasional dan realitas industri teknologi. Di tengah dorongan untuk memperkuat produksi dalam negeri, peran perusahaan global seperti Tesla menjadi pusat perdebatan strategis yang tak kunjung reda.(KSC/CNBC/CNN)

Pos terkait