KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan El Barino Shah SH MH resmi terpilih sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penetapan ini dilakukan melalui pemilihan pimpinan personalia yang dipimpin langsung Ketua DPRD Medan, Drs Wong Cun Sen, di ruang Banggar Gedung DPRD Medan, Senin (24/11/2025).
Pembentukan pansus tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat paripurna dan SK DPRD Medan No. 100.3.2/16899 tentang pembentukan personalia Pansus PAD.
Berdasarkan musyawarah internal, struktur Pansus PAD ditetapkan sebagai berikut: Ketua: El Barino Shah SH MH, Wakil Ketua: Sri Rezeki dan Anggota: Agus Setiawan, David Roni, DR Dra Lily MBA, Zulham Efendy, Datuk Iskandar Muda, Tia Ayu, Andreas Pandapotan Purba, Rommy Van Boy, dr Faisal Arbie Biomed, Godfried Efendy, Ahmad Afandi, T Bahrumsyah, dan Jenses Simbolon.
BACA JUGA: Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Resmi Bergabung ke Gerindra, Disambut Meriah di Rakerda Kaltim
Usai terpilih, El Barino Shah menegaskan bahwa Pansus Peningkatan PAD akan bekerja secara maksimal dan terukur untuk meningkatkan pendapatan daerah. Ia menyoroti pentingnya menutup potensi kebocoran PAD serta menggali berbagai sumber baru yang selama ini belum tergarap optimal.
“Kami ingin memastikan kebocoran PAD dapat teratasi. Selain itu, Pansus akan menggali potensi baru sehingga pendapatan asli daerah Kota Medan ke depan bisa meningkat signifikan,” ujar El Barino.
Politisi Golkar yang kini duduk di Komisi IV DPRD Medan ini juga mengajak seluruh anggota pansus untuk solid dan bekerja sama dalam mengawal kebijakan peningkatan PAD.
BACA JUGA: Jimly Asshiddiqie Temui Megawati, Bahas Reformasi Polri hingga Wacana Amandemen Kelima UUD 1945
“Keberadaan Pansus harus benar-benar bermanfaat bagi upaya peningkatan PAD demi kemajuan pembangunan Kota Medan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dengan terbentuknya Pansus PAD, DPRD Medan menargetkan adanya perbaikan sistem pengelolaan pendapatan daerah, mulai dari sektor retribusi, pajak daerah, hingga aset yang belum produktif. Langkah ini diharapkan menjadi katalis untuk percepatan pembangunan di berbagai sektor. (KSC)
TIM REDAKSI








