MEDAN | kliksumut.com – Jiwa petarung melekat kental bagi Muhammad Duha Nasution sejak menuntut ilmu di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal ini membuat orang tuanya memasukan dirinya ke perguruan pencak silat Tapak Suci untuk menimba ilmu bela diri sebagai alat untuk menjaga diri dari kejahatan dan juga untuk meraih prestasi.
Dalam kesehariannya pesilat yang akrab disapa Duha ini, dikenal oleh keluarganya sebagai anak yang bekerja keras dan ulet dalam mengejar impiannya. Tidak jarang pula dengan keberanian yang dimiliki dan memiliki mental sang juara telah berhasil meraih prestasi antara lain juara 1 Kejurda Tapak Suci se-Sumut, juara 2 Popdasu, juara 2 Pospedasu dan juara 3 Liga Pora. Prestasi yang diraih tersebut, membuat pesilat yang dilahirkan 20 tahun silam ini berhasil lolos seleksi untuk bergabung dengan kontingen IPSI Kota Medan untuk berlaga di arena Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu), Nopember mendatang.
BACA JUGA: Empat Pesilat Medan Lolos Seleksi Popnas
Namun siapa yang menyangka sifat ulet yang dimiliki mahasiswa Fakultas Agama Islam Jurusan Hukum Keluarga Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) membantunya untuk disiplin dalam menjalani jadwal yang padat antara kuliah dan latihan silat. Pada pagi hari hingga siang dihabiskan untuk belajar di perguruan tinggi. Waktu malam disibukkan dengan latihan pencak silat. Latihan hingga larut malam hingga pukul 22.00 WIB selalu dilakoni anak bungsu dari empat bersaudara ini, dan esok harinya harus kembali kuliah, aktivitas yang dilakukan Duha tanpa pernah mengeluh.
“Antara kuliah dan latihan pencak silat harus sejalan dengan waktu yang telah dijadwalkan. Pendidikan dan olahraga harus bersamaan untuk meraih prestasi. Apalagi saat ini pesilat Kota Medan yang dipersiapkan berlaga di Porprovsu latihan bersama di bawah pelatih KONI Medan Andre Satria Lubis dan Aryok Satrio. Untuk menambah latihan semakin dimatangkan juga berlatih dengan pelatih perguruan Tapak Suci, Ustad Ilham Dhani Siregar,” ujar penyandang sabuk biru ini di Medan, Selasa (19/4/2022).
Pendoyan mie ayam ini mengatakan jadwal Porprovsu sebentar lagi, mematangkan persiapan merupakan sebuah keharusan yang dilakukan oleh atlet silat.
“Alhamdulillah sejauh ini persiapan lancar dan terus berjalan. Ya ini masih persiapan khusus jadi lagi di puncak-puncaknya, intensitas semakin tinggi supaya dapat fix performance saat berlaga di Porprovsu nanti,” sebut anak dari pasangan Helmansyah Nasution dan Masniari Siregar.
BACA JUGA: Sakti Cikal Bakal Pesilat Medan Ke PON Sumut-Aceh
Pesilat yang berdomisili Jalan Besar Medan-Tembung ini menuturkan mendekati pelaksanaan perhelatan olahraga akbar di Sumetara Utara, dirinya semakin fokus latihannya untuk materi latihan yang lebih spesifik sesuai dengan arahan dan petunjuk pelatih.
“Arena Porprovsu tahun ini merupakan kesempatan yang tidak boleh disia-siakan dan merupalan peluang terbaik bagi pesilat. Insya Allah dapat meraih emas sehingga dapat meraih tiket menuju PON Sumut-Aceh,” tutup pesilat yang berlaga di kelas F putra ini. (BNL)








