Sementara itu juga, Ketua tim pengabdian Marianne, S.Si.,M.Si.,Apt dan sedikit penjelasan serta pengarahan oleh Sony Eka Nugraha mengenai kegiatan apa yang akan dilakukan selama beberapa bulan ke depan.
“Dengan adanya kegiatan ini saya harap khususnya kepada ibu-ibu kelurahan petapahan untuk kedepannya menjadi sangat terbantu terkait pembuatan MPASI dan edukasi pencegahan stunting yang akan disampaikan oleh mahasiswa kami, demi kesehatan buah hati kecil dan demi kesejahteraan bangsa indonesia,” ujar Ketua tim pengabdian Marianne.
BACA JUGA: Dosen Farmasi USU Mengoptimalkan Konsumsi Buah Lewat Produk Olahan
“Kedepannya selama beberapa bulan mahasiswa Farmasi USU, Manan, Grace, dan Dian, akan turut membantu bidan desa kelurahan Petapahan untuk memberikan edukasi terkait MPASI dan pencegahan stunting kepada masyarakat, dan juga membantu kegiatan yang ada di posyandu seperti mengukur tinggi badan, berat badan, dan membuat MPASI anak,” ujar Sony Eka Nugraha.
Setelah itu, dilanjutkan sesi pemaparan materi pelatihan pembuatan MPASI dan pencegahan stunting yang dibawakan oleh dosen dan mahasiswa farmasi USU. Selanjutnya dilakukan sesi tanya jawab oleh ibu-ibu kelurahan petapahan terkait pembuatan MPASI dan pencegahan stunting.
Warga kelurahan petapahan sangat antusias memberikan pertanyaan terkait permasalahan stunting, tak lupa juga setelah sesi tanya jawab berakhir, warga melanjutkan kegiatan posyandu yang dilakukan sebulan sekali di kelurahan Petapahan dengan pembina seorang bidan kelurahan Dora oktavia tambunan, A.Md.Keb. Kegiatan posyandu diawali dengan mengukur berat badan anak, memberikan imunisasi dan suplemen/vitamin kepada anak balita. (red/tim)








