Dokter Forensik Bantah Ada Tanda Penganiayaan pada Mantan Istri Brigadir I, Lebam Disebut Perubahan Fisiologis

LBH Medan Duga Kematian Winda Lorenza Gowasa Bukan Bunuh Diri, Desak Pengusutan Transparan
Jenazah Winda Lorenza Gowasa. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Mistar Ritonga, membantah adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh wanita berinisial W (30), yang merupakan mantan istri Brigadir I.

Pernyataan tersebut disampaikan Mistar usai menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan, Kamis (6/8/2026). Menurutnya, hasil pemeriksaan medis awal tidak menemukan bukti adanya kekerasan fisik terhadap korban.

“Dari pemeriksaan awal, saya tidak menjumpai tanda-tanda kekerasan,” ujar Mistar kepada wartawan.

BACA JUGA: LBH Medan Duga Kematian Winda Lorenza Gowasa Bukan Bunuh Diri, Desak Pengusutan Transparan

Mistar menjelaskan, bercak lebam yang ditemukan pada bagian leher W bukan merupakan bekas cekikan sebagaimana yang sempat beredar, melainkan perubahan yang dapat terjadi secara fisiologis pada tubuh.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi serupa ditemukan pada bagian mata korban, sehingga tidak dapat langsung disimpulkan sebagai akibat tindakan penganiayaan.

“Lebam di bagian leher bukan bekas cekikan, tetapi merupakan perubahan fisiologis. Hal yang sama juga terjadi pada bagian mata,” jelasnya.

Keterangan dokter forensik tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang masih berlangsung di Polrestabes Medan. Aparat kepolisian masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi guna memastikan penyebab kondisi yang dialami W.

BACA JUGA; Polrestabes Medan Bongkar Dugaan Peredaran Vape Narkoba di Helen’s Night Mart

Hingga kini, penyidik belum memberikan kesimpulan akhir terkait dugaan kasus yang melibatkan mantan istri Brigadir I tersebut. Polisi menegaskan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan bukti ilmiah dan hasil pemeriksaan forensik.

Kasus ini terus menjadi perhatian publik, mengingat berbagai informasi yang beredar di media sosial memunculkan beragam spekulasi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian sebelum menarik kesimpulan. (KSC)

Pos terkait