KLIKSUMUT.COM | ACEH TAMIANG – Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE), Awang Lazuardi, turun langsung meninjau kondisi Kompleks Pertamina EP (PEP) Rantau Field untuk memastikan keselamatan pekerja, mitra kerja, serta keluarga di tengah upaya percepatan pemulihan pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.
Dalam kunjungannya, Awang berdialog dengan para pekerja dan mitra kerja yang terdampak bencana dan terpaksa mengungsi. Ia memastikan seluruh kebutuhan dasar terpenuhi, mulai dari makanan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan bayi, hingga layanan kesehatan darurat.
“Keselamatan dan kemanusiaan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Ibu hamil, anak sakit harus menjadi yang utama. Perusahaan hadir sebagai keluarga untuk memastikan seluruh pekerja aman dan mampu bangkit lebih cepat,” ujar Awang di halaman Crisis Center, Sabtu (6/12/2025)
Awang menjelaskan bahwa perusahaan bergerak cepat mengevakuasi pekerja dan keluarga yang terdampak. PHE juga menyediakan lokasi pengungsian yang layak serta memastikan proses evakuasi berjalan terarah dan aman.
Menurutnya, bantuan logistik kini telah mengalir rutin ke Rantau melalui jalur udara dan darat. Helikopter dari Pelita Air juga dikerahkan untuk mempercepat distribusi bantuan dan proses evakuasi bila diperlukan.
BACA JUGA: Distribusi BBM Belum Normal, Pemkab Karo Gelar Rapat Evaluasi dengan Pertamina
“Jika masih ada yang sakit, segera laporkan kepada Field Manager. Prioritas utama adalah keselamatan manusia,” tegas Awang.
Kondisi PEP Rantau Field kini berangsur membaik. Para pekerja dan mitra kerja bergotong royong mempercepat pemulihan fasilitas dan lingkungan kerja. Awang memastikan dukungan penuh dari seluruh jajaran PHE, mulai dari Medan, Jambi, hingga Jakarta.
Di sisi lain, General Manager Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, Hari Widodo, menyampaikan keprihatinan mendalam atas banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara dan Aceh.
Bencana tersebut turut berdampak pada operasi migas PHR Zona 1 yang meliputi PHE NSO Field, Pertamina EP Pangkalan Susu Field, dan Pertamina EP Rantau Field.
“Kami telah mengaktifkan tim tanggap darurat untuk meminimalkan dampak bencana terhadap pekerja dan keluarga, sekaligus menyalurkan bantuan untuk masyarakat di sekitar wilayah operasi,” jelas Hari.
BACA JUGA: Pertamina Kirim BBM Lewat Pesawat Perintis untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh
Ia menegaskan bahwa pemulihan fasilitas operasi dan produksi migas dilakukan sesuai standar keselamatan tinggi dan terus berkoordinasi dengan SKK Migas, pemerintah daerah, BPBD, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Kehadiran jajaran manajemen PHE di lokasi terdampak menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan pekerja sekaligus memastikan keberlanjutan operasional migas di tengah situasi bencana alam.
Dengan dukungan lintas wilayah dan kesiapsiagaan tim tanggap darurat, PHE dan PHR Zona 1 terus mempercepat pemulihan demi menjaga pasokan energi nasional tetap berjalan optimal. (KSC)
REPORTER: Dody Ariandi








