KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kabar kurang menggembirakan datang dari sektor tunggal putri Indonesia di ajang Ruichang China Masters 2026. Pebulu tangkis muda Indonesia, Dinda, mengalami cedera di bagian pinggang saat menjalani pertandingan penting di turnamen tersebut.
Asisten Pelatih Tunggal Putri Utama Pelatnas PBSI, Nunung Subandoro, mengungkapkan bahwa cedera yang dialami Dinda sebenarnya sudah mulai terasa sejak pertandingan perempat final.
Menurut Nunung, insiden terjadi saat Dinda menghadapi unggulan pertama asal Taipei, Tung Ciou Tong. Dalam pertandingan tersebut, Dinda sempat terjatuh saat berusaha mengambil shuttlecock di depan net.
“Dinda sebenarnya sudah mulai merasakan cedera di bagian pinggang sejak bertanding di babak perempat final melawan Tung Ciou Tong. Ia sempat terjatuh ketika mengambil bola di depan net,” ujar Nunung dikutip dari laman PBSI, Minggu (15/3/2026).
Meski rasa sakit mulai muncul setelah kejadian tersebut, Dinda tetap menunjukkan mental bertanding yang kuat dan berusaha menyelesaikan pertandingan dengan maksimal.
Masalah pada pinggang Dinda ternyata semakin terasa saat ia melanjutkan perjuangannya ke babak semifinal menghadapi pemain tuan rumah, Xu Wen Jing.
Nunung menjelaskan bahwa tanda-tanda keterbatasan pergerakan sudah terlihat sejak awal pertandingan.
BACA JUGA: PBSI Tetapkan Sistem Baru Pembinaan Atlet Pelatnas
“Ketika memasuki pertandingan semifinal melawan Xu Wen Jing, kondisi pinggangnya semakin terasa sakit. Di poin 11 game pertama, saya melihat pergerakannya sudah mulai terbatas dan rasa nyerinya meningkat,” jelasnya.
Meski demikian, Dinda sebenarnya masih ingin melanjutkan pertandingan karena memiliki semangat juang yang tinggi. Namun setelah berdiskusi dengan tim pelatih dan mempertimbangkan kondisi atlet, keputusan sulit pun diambil.
Akhirnya, Dinda memutuskan tidak melanjutkan pertandingan demi mencegah cedera yang lebih serius.
Nunung menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga kesehatan jangka panjang sang atlet. Ia juga memberikan apresiasi atas perjuangan yang ditunjukkan Dinda sepanjang turnamen.
“Saya sangat mengapresiasi daya juang dan mental bertanding Dinda. Ia tetap berusaha tampil maksimal meskipun sudah merasakan ketidaknyamanan di pinggangnya,” kata Nunung.
Namun dalam situasi seperti ini, menurutnya kesehatan atlet tetap menjadi prioritas utama dibanding memaksakan pertandingan.
Setelah kembali dari turnamen, tim pelatih bersama tim medis Pelatnas PBSI akan segera melakukan penanganan terhadap cedera yang dialami Dinda.
Langkah yang akan dilakukan meliputi evaluasi menyeluruh serta penyusunan program perawatan dan pemulihan yang tepat.
“Tim pelatih bersama tim medis akan melakukan penanganan medis secara komprehensif. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan program pemulihan agar proses recovery berjalan optimal,” ungkap Nunung.
PBSI berharap proses pemulihan berjalan lancar sehingga Dinda bisa segera kembali berlatih dan bertanding dalam kondisi terbaiknya. (KSC)
TIM REDAKSI








