Chef Bersertifikat BNSP Jadi Kunci Sukses Program Makan Bergizi Gratis di Bogor

Chef Bersertifikat BNSP Jadi Kunci Sukses Program Makan Bergizi Gratis di Bogor
Keberadaan tenaga chef bersertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) terbukti menjadi faktor krusial dalam meningkatkan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

KLIKSUMUT.COM | BOGOR – Keberadaan tenaga chef bersertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) terbukti menjadi faktor krusial dalam meningkatkan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini terlihat di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogjogan Silma 2, Kabupaten Bogor, yang mampu meningkatkan kapasitas penerima manfaat secara signifikan sejak awal operasional.

Sejak mulai beroperasi pada 24 November 2025, dapur MBG ini awalnya melayani 1.670 penerima manfaat. Kini, jumlah tersebut melonjak menjadi 2.916 penerima, didorong oleh kesiapan sumber daya manusia yang kompeten, terutama tenaga chef profesional bersertifikat.

Bacaan Lainnya

Kepala SPPG Jogjogan Silma 2, Didin, menegaskan bahwa penggunaan chef bersertifikat telah menjadi standar sejak awal operasional.

“Saya memastikan chef yang bertugas sudah bersertifikat BNSP. Dari arahan yang kami terima, jika chef sudah bersertifikat, jumlah penerima manfaat bisa lebih dari 1.000. Karena itu sejak awal kami langsung melayani 1.670 penerima,” ujarnya dikutip dari laman BGN, Senin (4/5/2026).

Menurut Didin, keberadaan chef bersertifikat tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga menjamin kualitas makanan tetap konsisten. Mulai dari proses pengolahan, kebersihan dapur, hingga penyajian makanan dilakukan sesuai standar profesional.

BACA JUGA: DPR Soroti Pengadaan Motor Listrik BGN, Dinilai Tak Sejalan Program Makan Bergizi Gratis

“Chef bersertifikat sangat membantu dalam menjaga standar dapur. Bukan hanya memasak, tetapi memastikan seluruh proses sesuai standar,” jelasnya.

Standar kerja yang terstruktur juga mempermudah koordinasi dengan relawan yang terlibat dalam operasional dapur. Dengan sistem yang jelas, relawan dapat bekerja lebih efektif dalam memenuhi target produksi dan distribusi makanan setiap hari.

Selain kualitas dan higienitas, dapur MBG juga dituntut untuk memastikan ketepatan waktu distribusi makanan kepada para penerima manfaat, khususnya siswa sekolah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri yang berhasil diatasi dengan dukungan tenaga profesional.

Didin menekankan bahwa kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan program MBG.

“Yang terpenting kualitas tetap terjaga. Dengan chef yang sudah bersertifikat, kami lebih yakin dalam menjalankan proses produksi setiap hari,” katanya.

BACA JUGABGN Perketat Standar Program Makan Bergizi Gratis

Ke depan, SPPG Jogjogan Silma 2 berharap penggunaan tenaga profesional bersertifikat dapat diterapkan secara merata di seluruh dapur MBG di Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga konsistensi kualitas layanan dan memastikan manfaat program dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

“Harapannya standar ini bisa terus dijaga, supaya kualitas MBG di mana pun tetap sama dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tutup Didin.

Dengan dukungan tenaga ahli bersertifikat dan sistem kerja yang profesional, Program Makan Bergizi Gratis semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu program strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait