KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Kalimat ini sangat cocok menggambarkan perjuangan Aldiko Situmorang, atlet cricket asal Sumatera Utara (Sumut), yang berhasil mengharumkan nama daerahnya dengan menggenggam 1 medali emas dan 2 perunggu di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut.
Kemenangan ini bukan datang begitu saja. Aldi sapaan akrabnya bersama tim menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) selama dua bulan penuh di Batalyon Komando 469 Kopasgat, Polonia Medan. Latihan bergaya semi militer ini menjadi program khusus dari Pengurus Cricket Indonesia (PCI) Sumut untuk membentuk mental juara bagi para atletnya.
Dalam pertandingan kategori super sixes, Aldi dan tim Sumut berhasil menaklukkan lawan berat mereka, tim DKI Jakarta, dengan skor tipis 41-38 di partai final. Selain itu, tim juga mengamankan dua medali perunggu di kategori T10 dan Last Man Standing.
BACA JUGA: Motivasi Sang Ibunda Jadi Kunci Emas, Inke Monica Bersinar di Final Cricket Putri PON Aceh-Sumut
“Hasil latihan selama dua bulan di Batalyon Komando 469 Kopasgat akhirnya membuahkan hasil manis. Kami berhasil tampil maksimal di PON dan pulang membawa prestasi,” ujar Aldi di Medan, Selasa (9/9/2025).
Sebagai mahasiswa Prodi PJKR FIK Unimed, Aldi sangat bersyukur atas pencapaian ini. Ia menekankan bahwa latihan yang keras namun penuh disiplin adalah kunci keberhasilan mereka.
“Latihan memang keras, tapi tidak kasar. Atlet itu harus dilatih dengan keras. Jangan mimpi juara kalau latihannya banyak bercanda,” tegas pemilik nomor punggung 27 ini.
Aldi tak lupa mengucapkan terima kasih kepada orang tuanya, Arlijon Amandus Situmorang dan Asriana Br Panjaitan, serta para pembina di PCI Sumut. Ia menyebut nama Wangsa Amin dan Abdul Hakim Siregar, dua dosen dari FIK Unimed yang turut membentuk mental juara para atlet cricket Sumut.
BACA JUGA: Kadisdikbud Medan siap Fasilitasi Olahraga Panjat Tebing Tingkat SD dan SMP
Selama Puslatda, Aldi harus menempuh perjalanan dari Pasar I Gang Restu, Medan ke Lubukpakam setiap hari menggunakan sepeda motor. Meski melelahkan, ia tak pernah mengeluh.
“Pengorbanan itu terbayar lunas dengan medali emas dan dua perunggu. Setiap tetes keringat, setiap latihan berat, kini menjadi cerita indah,” tutup Aldi, yang juga penggemar berat Iwan Fals dan Jun Munthe. (KSC)








