BUMG Makmur Bersama Lhok Bengkuang Timur Sukses Kembangkan Peternakan Bebek dan Lele, Jadi Contoh Pemberdayaan Ekonomi Desa

BUMG Makmur Bersama Lhok Bengkuang Timur Sukses Kembangkan Peternakan Bebek dan Lele, Jadi Contoh Pemberdayaan Ekonomi Desa
Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Makmur Bersama di Gampong Lhok Bengkuang Timur, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, muncul sebagai inspirasi nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Melalui usaha peternakan bebek dan budidaya ikan lele, BUMG ini berhasil membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

KLIKSUMUT.COM | ACEH SELATAN – Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Makmur Bersama di Gampong Lhok Bengkuang Timur, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, muncul sebagai inspirasi nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Melalui usaha peternakan bebek dan budidaya ikan lele, BUMG ini berhasil membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

Direktur BUMG Makmur Bersama, Ajrul, bersama lima orang pekerja lokal, terus menunjukkan perkembangan pesat sejak usaha ini dirintis awal tahun 2025.
“Pemilihan ternak ini berangkat dari program pemerintah tentang ketahanan pangan. Kami ingin mendukung program tersebut dengan usaha yang relevan dan berkelanjutan,” ujar Ajrul saat ditemui di lokasi, Rabu (12/11/2025).

Bacaan Lainnya

Persiapan usaha telah dilakukan sejak awal tahun, dan kini hasil panen perdana sudah mulai dipasarkan.
“Alhamdulillah, sebagian hasil panen sudah bisa dijual. Untuk bebek jantan kami jual Rp250 ribu per ekor, betina Rp100 ribu, sementara lele Rp25 ribu per kilogram. Telur bebek kami jual Rp2.000–2.500 per butir,” jelas Ajrul.

Menurutnya, respon masyarakat cukup positif. Banyak warga sekitar yang mulai tertarik membeli langsung ke lokasi karena produk dijamin segar dan berkualitas.

BACA JUGA: Gubernur Sumbar Mahyeldi Sambut Delegasi Malaysia, Dorong Rendang Minangkabau Go Internasional

Meski begitu, perjalanan usaha tidak selalu mulus. Tantangan terbesar datang dari fluktuasi harga pakan dan kondisi alam yang tidak menentu. Namun, Ajrul dan tim memilih berinovasi dengan mencari pakan alternatif alami dari lingkungan sekitar seperti tumbuhan dan ikan kecil untuk menekan biaya produksi.

“Kalau kita menyerah, usaha tidak akan berkembang. Jadi kami terus berinovasi agar bisa bertahan dan bahkan berkembang,” tambahnya.

BUMG Makmur Bersama mendapatkan modal usaha dari alokasi Dana Desa sebesar 20 persen, sesuai program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Saat ini, kegiatan usaha masih berada dalam tahap perputaran modal dan penjualan hasil panen.

“Kami masih berproses. Hasil penjualan belum sepenuhnya selesai, tapi masyarakat sudah bisa membeli langsung ke lokasi,” kata Ajrul sambil tersenyum.

BACA JUGA: Fasilitas Perpustakaan Aceh Selatan Belum Memadai

Ajrul berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada tahap awal saja. Menurutnya, pendampingan dan promosi produk desa sangat penting agar produk unggulan seperti bebek, telur, dan lele dari Lhok Bengkuang Timur bisa dikenal hingga luar daerah.

“Kami berharap ada bantuan lanjutan dan dukungan promosi, supaya produk kami bisa menembus pasar yang lebih luas tidak hanya di Aceh Selatan, tetapi juga ke kabupaten lain,” pungkasnya. (KSC)

REPORTER: Dahyati

Pos terkait