Buku Biografi Mhd Syafi’i Jembatani Pengakuan Kerajaan Alam Pagaruyung Terhadap Turunan Pendiri Batubara

Mengenai penobatan gelar Datuk Panglimo Mudo kepada Mhd.Syafi’i, menurut penulis dari wartawan senior yang pernah meliput berbagai peristiwa penting dalam dan luar negeri, sudah berarti putra kelahiran Batu Bara yang mantan Kabiro Keuangan Pemprovsu dan sekarang Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Asy-Syafi’iyah, sudah menjadi anak kemenakan dari Kerjaan Alam Minangkabau Pagaruyung Darur Qarar dalam hubungan “Kuduang Karatan” (lelaki Minang yang merantau), artinya tidak punya hak “sako” dan “pusako” di istano Silinduang Bulan Pagaruyung tetapi hanya di daerah rantau semata, khususnya di Batubara.

Kendati Kerajaan Alam Minangkabau Pagaruyung sudah mengakui bahwa pendiri Negeri Batubara itu benar berasal dari ranah Minang Pagaruyung setelah menelusuri tambo lama, namun di daerah Batubara sendiri sepertinya masih ada keraguan dari pemerintah daerah setempat untuk mengakui bahwa pendiri Batu Bara itu adalah benar Pangeran Belambangan (Syek Marabullah) asal Pagaruyung hampir 400 tahun silam.

Bacaan Lainnya

“Buktinya, di gerbang masuk kuba Kuala Gunung yang sekarang hanya tertulis “Kuba Batu Bara” dan bukan “Kuba Makam Pendiri Batu Bara dan Keluarga”, padahal menurut masyarakat Batu Bara adalah Kuala Gunung itu benar tempat bermakam pendiri Batu Bara asal Pagaruyung yang kini bernama Minangkabau.

Bedah buku dan sekaligus peluncuran buku biografi tersebut digelar pada Rabu (15/1/2020) di Hotel Grand Aston City Hall, Jl.Balai Kota Medan, dihadiri Gubsu Letjen TNI (Purn) H.Edy Rahmayadi, perwakilan Menteri Hukum dan HAM, perwakilan Kapoldasu dan Pangdam I BB serta Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Minangkabau Dr.H.Mhd.Farid Thaib Tuanku Abul Fatah yang diwakili Ketua Umum BM-3 (Badan Musyawarah Masyarakat Minang (Sumatera Utara H.Syahruddin Ali, SH, M.Si bersama Ketua Umum Ikatan Keluarga Luhak Tanah Datar (IKLTD) Sumut, H.M.Yunan Sirhan serta Sultan Langkat Sri Paduka Duli Yang Mulia Tuanku Azwar Abdul Djalil Rahmatshah Al Hajj dan para undangan.

Baca : Kapolres Batu Bara dan PJU Sambut Hangat Kunjungan Danlanal Tanjung Balai

Penalis pada acara bedah buku tersebut, Dr.R.E Nainggolan, M.Si mantan Sekda Pemprovsu, Prof.Dr.Usman Pelly dan Prof.Dr.Abul Hamid K, M.Pd. Buku Biografi Mhd.Syafi’i, saat ini sudah beredar di berbagai toko buku termasuk di Gramedia Medan serta sejumlah toko buku online seperti Shopee, Tokopedia, toko obor online serta lainnya. Buku Biografi Mhd.Syafi’i yang ditulis Aidi Yursal telah mendapat piagam penghargaan dari Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Minangkabau Pagaruyung Darur Qaral, Sultan Dr.H.Mhd.Farid Thaib Tuanku Abdul Fatah yang diserahkan di Istano Silinduang Bulan Pagaruyung dalam rangkaian acara penobatan gelar Datuk Panglimo Mudo kepada Mhd.Syafi’i. (rel/cu)

Pos terkait