MEDAN | kliksumut.com – DPD Partai Demokrat Sumatera Utara menggelar buka puasa bersama dengan pengurus DPD, DPC dan organisasi sayap Partai Demokrat yang berlangsung di halaman kantor DPD Demokrat Sumut Jalan Sudirman, Jumat (6/4/2023).
Buka puasa bersama itu turut dihadiri Gubernur Sumut, H Edy Rahmayadi bersama sejumlah tokoh seperti mantan Walikota Medan Abdillah dan Rahudman Harahap serta dihadiri Partai politik lainnya seperti NasDem, Golkar, Perindo dan Gelora.
BACA JUGA: Partai Demokrat Sumut Layangkan Surat Ke Pengadilan Tinggi, Lokot Nasution: Energi Kami Tidak Akan Habis Untuk Menghadapi Moeldoko
Dalam kesempatannya, Gubernur Sumatera Utara, H Edy Rahmayadi memimpin doa dan mengajak seluruh undangan yang hadir untuk mengirimkan Al-Fatihah untuk almarhumah Ani Yudhoyono.
“Saya mengajak kita semua untuk mengirim Al-Fatihah untuk almarhumah Kristiani Herrawati binti Sarwo Edhi Wibowo, yang non muslim mohon menyesuaikan. Muhammadin Sallallahu Alaihi Wasallam, Allahummaghfirlaha warhamha. Al Fatihah,” ajak Edy.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, HM Lokot Nasution memang berharap sekali di sore hari ini, selain Gubernur Sumatera Utara, kehadiran dari partai-partai sahabat sangat dinantikan dalam acara berbuka puasa kali ini.
“Meskipun hari ini acara kita berbuka bersama, tetapi enggak ada salahnya kita menyampaikan niatan dan hajat kita, karena kalau kita ingat lebih dari 50 tahun yang lalu kemerdekaan kita juga dilahirkan pada tanggal 17 Ramadan 1945. Jadi enggak ada salahnya kita di bulan Ramadan, bulan yang mulia ini menyampaikan cita-cita kita untuk memenangkan Indonesia, memenangkan Sumatera Utara di 2024 dengan konsep perubahan yang bermartabat,” sebut Lokot.
Dalam analisisnya, sambung Lokot, kata ‘perubahan’ seperti yang digaungkan Partai Demokrat, dapat diartikan sebagai segala aspek kehidupan yang terus bergerak dengan berjalannya waktu dalam kehidupan masyarakat.
BACA JUGA: Cegah Penguasa Ambil Alih Partai Demokrat, Kader Demokrat Teriak Lawan Moeldoko
“Hal ini disampaikan oleh seorang filsuf dari Yunani dengan artian tidak ada yang tidak berubah. Hal ini juga senada dengan apa yang disampaikan oleh senior kami dulu di teknokrat Bang Muhammad Hatta Rajasa, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Siapa yang tidak tanggap terhadap perubahan, maka dia pasti akan habis,” jelasnya.
Konsep perubahan ini, jelas Lokot kembali, juga termaktub dalam Alquran surah Ar-Ra’d Ayat 11, yang artinya sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
“Artinya kita sering kali menyampaikan ini, ketika meminta kawan-kawan kita untuk berusaha, untuk berubah, bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran di muka dan di belakangnya, mereka menjaga atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya,” tandasnya. (WL)








