KLIKSUMUT.COM | TAPANULI SELATAN – Satuan Brimob Polda Sumut bergerak cepat membangun jembatan darurat di Desa Somanggal Parmonangan, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), setelah jembatan penghubung antarwilayah rusak dan memutus akses utama warga.
Pembangunan jembatan darurat tersebut dilaksanakan oleh personel Batalyon C pada Rabu (19/2/2026). Dalam waktu singkat, konstruksi sementara itu berhasil dirampungkan 100 persen dan kini sudah dapat dilintasi masyarakat dengan aman.
Jembatan darurat yang dibangun memiliki panjang sekitar 6 meter, lebar 2 meter, dan tinggi kurang lebih 4 meter dari permukaan sungai. Material utama yang digunakan adalah pohon pinang yang disusun kokoh sebagai penopang lintasan.
Meski bersifat sementara, struktur jembatan dirancang cukup kuat untuk menopang aktivitas warga sehari-hari, khususnya kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
Komandan Batalyon C, Zaenal Muhlisin, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk respons cepat atas kebutuhan mendesak masyarakat.
“Jalur ini sangat vital bagi aktivitas masyarakat, terutama untuk mendukung kegiatan pertanian dan mobilitas antar kecamatan. Kami hadir untuk memastikan akses warga kembali normal,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
BACA JUGA: Brimob Polda Sumut Terus Gencarkan Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Selatan
Sebelum jembatan darurat dibangun, warga Desa Somanggal Parmonangan terpaksa memutar sejauh kurang lebih 15 kilometer atau sekitar 30 menit perjalanan untuk mencapai wilayah seberang desa.
Akses yang diperbaiki tersebut menghubungkan Desa Somanggal Parmonangan, Kecamatan Sayur Matinggi menuju Kelurahan Panabari, Kecamatan Tantom. Jalur alternatif ini menjadi penghubung penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian dan perdagangan hasil bumi.
Putusnya jembatan sebelumnya berdampak signifikan terhadap distribusi hasil pertanian serta mobilitas pelajar dan pekerja antarwilayah. Aktivitas ekonomi warga sempat terhambat akibat terganggunya jalur distribusi.
Selain membangun jembatan darurat, personel Brimob juga berkoordinasi dengan kepala desa dan masyarakat setempat. Warga diimbau untuk tidak lagi menggunakan jembatan lama yang rusak demi keselamatan bersama.
Hasil pengecekan di lapangan beserta aspirasi masyarakat telah dilaporkan secara berjenjang kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Pemerintah daerah disebut merespons positif laporan tersebut dan berkomitmen segera menurunkan alat berat guna melakukan perbaikan permanen terhadap jembatan yang rusak.
BACA JUGA: Brimob Polda Sumut Terus Bergerak, Bersihkan Rumah Warga Terdampak Longsor di Batang Toru
Kehadiran personel Brimob di lokasi mendapat apresiasi dari masyarakat yang merasakan langsung dampak terputusnya akses transportasi. Sinergi antara aparat dan warga dalam pembangunan jembatan darurat ini menjadi cerminan semangat gotong royong dalam menjaga kelancaran aktivitas dan keselamatan bersama.
Dengan rampungnya jembatan darurat tersebut, roda perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat di wilayah Sayur Matinggi dan sekitarnya kini kembali berjalan normal sembari menunggu pembangunan jembatan permanen dari pemerintah daerah. (KSC)
TIM REDAKSI








