BIK 2026, Tiga Kabupaten di Sumut Hasilkan 158 Transaksi

BIK 2026, Tiga Kabupaten di Sumut Hasilkan 158 Transaksi
Peserta memanfaatkan produk dan layanan keuangan formal melalui BIK 2026.(kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | DELI SERDANG – Tiga kabupaten di Sumatera Utara ( Sumut) hasilkan 158 transaksi melalui mini expo yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (Forkom IJK Sumut).

Capaian transaksi itu meliputi pembukaan rekening tabungan, tabungan emas, dan pembiayaan, dengan total nilai mencapai Rp513,29 juta.

Kegiatan bertajuk Forkom IJK Sumut Goes To Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas dan Deliserdang itu melibatkan 900 peserta dari kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mahasiswa.

BACA JUGA: OJK Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 untuk perluas pemanfaatan produk dan layanan keuangan formal secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.

Kepala OJK sekaligus Pengarah Forkom IJK Sumut, Triyoga Laksito menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam perluas akses keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

“BIK menjadi momentum bersama untuk perluas akses keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat, mengkampanyekan budaya menabung, serta meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap produk dan layanan jasa keuangan,” ujar Triyoga, Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat inklusi keuangan Sumatera Utara mencapai 92,01 persen, sedikit di bawah tingkat nasional sebesar 93,61 persen.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, tingkat literasi keuangan Sumatera Utara mencapai 71,57 persen, lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional sebesar 69,57 persen.

Capaian tersebut menunjukkan pentingnya upaya berkelanjutan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, sekaligus mendorong pemanfaatannya secara optimal sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan masyarakat.

Edukasi UMKM dan Generasi Muda

Rangkaian kegiatan berlangsung pada 14 -16 Oktober 2026 itu diawali di aula Santun Berkata Bijak Berkarya (SBBK) Labuhanbatu Selatan dengan melibatkan 200 pelaku UMKM.

Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK  Sumut, Yovvi Sukandar menyampaikan OJK bersama Forkom IJK Sumut dan para pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM.

Upaya ini dilakukan agar mampu memanfaatkan layanan keuangan secara tepat untuk mendukung pertumbuhan usahanya.

Kegiatan itu dihadiri Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan  Labuhanbatu Selatan, Fuadi

Fuadi menekankan inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan rekening tabungan, tetapi juga mencakup kesempatan setara bagi masyarakat untuk peroleh layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan bermanfaat.

Kegiatan sama digelar di aula Kantor Bupati Padang Lawas pada 15 Oktober 2026 melibatkan 200 mahasiswa Institut Agama Islam Padang Lawas.

Dalam kesempatan tersebut Yovvi menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan bagi generasi muda agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, membangun budaya menabung, serta memilih produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan.

Wakil Bupati Padang Lawas, Achmad Fauzan Nasution, yang membuka kegiatan menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kolaborasi antara OJK, IJK, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mewujudkan akses keuangan yang lebih luas dan berkeadilan.

Rangkaian kegiatan berlanjut di aula Institut Kesehatan Medistra, Lubuk Pakam, Deliserdang, pada 16 Oktober 2026 melibatkan 500 mahasiswa Institut Kesehatan Medistra.

Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan mengatakan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan IJK dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

BACA JUGA: Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, OJK Dorong Masyarakat Siapkan Masa Purnabakti Sejak Dini

Selain itu juga meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman dan bertanggung jawab.

Ketiga kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai regulator, lembaga, dan pelaku industri jasa keuangan, antara lain Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI)  Pegadaian dan sejumlah perbankan lainnya

Melalui kolaborasi tersebut, OJK berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, perkuat pelindungan konsumen, serta mendorong pemanfaatan layanan keuangan yang produktif dan berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. (KSC)

Reporter: Swisma

Pos terkait