Bapanas Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Hingga Lebaran 2026, Satgas Harga Terus Bergerak

Bapanas Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Hingga Lebaran 2026, Satgas Harga Terus Bergerak
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan pokok nasional dalam kondisi aman hingga setelah Lebaran 2026.

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan pokok nasional dalam kondisi aman hingga setelah Lebaran 2026. Untuk menjaga stabilitas harga pangan, pengawasan terus diperketat melalui Satgas Saber Pelanggaran Harga Pangan, yang telah aktif hampir sebulan terakhir.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa secara nasional stok pangan tidak bermasalah.

“Secara ketersediaan, Badan Pangan Nasional meyakini bahwa ketersediaan sangat cukup. Kalau melihat dari neraca kita sampai mencapai setelah Lebaran pun sangat-sangat aman,” ujar Ketut di Jakarta, dikutip dari laman resmi Bapanas, Kamis (26/2/2026)

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Minggu IV Februari 2026, seluruh komoditas strategis berada dalam status aman: beras: 47,21 juta ton, jagung: 22,05 juta ton, kedelai: 3,10 juta ton, daging ayam: 5,72 juta ton, telur ayam ras: 7,42 juta ton, cabai rawit: 968 ribu ton dan cabai besar: 994 ribu ton.

BACA JUGA: Cek Harga Sembako di Pasar Bandarjo, Menko Pangan Zulkifli Hasan Pastikan Harga Mulai Turun Jelang Ramadan

Hingga 22 Februari 2026, Satgas telah melakukan pemantauan di 1.329 titik, meliputi pedagang/pengecer, ritel modern, grosir, distributor, dan produsen.

“Satgas turun melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaku usaha yang menaikkan harga dan mencoba berspekulasi sehingga menyebabkan harga di tingkat konsumen tinggi,” jelas Ketut.

Pemerintah juga melakukan intervensi komoditas yang mengalami tekanan harga, seperti cabai rawit merah. Selama 19–24 Februari, intervensi tercatat 10,9 ton. Pasokan di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) pada 23 Februari mencapai 16 ton, naik 45,45% dibanding hari sebelumnya, dan mendorong harga turun 22,22% menjadi Rp 70.000 per kilogram.

Bacaan Lainnya

“Langkah Bapanas bersama Champion petani binaan Kementerian Pertanian mengirim pasokan cabai rawit merah melalui skema Fasilitas Distribusi Pangan. Harapannya, harga cabai mulai turun dalam beberapa hari ini,” jelas Ketut.

BACA JUGA: Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Minta TPID Turun Tangan Cek Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan

Stabilisasi pangan juga diperkuat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Sepanjang Februari 2026, GPM telah digelar 1.452 kali di 32 provinsi dan 287 kabupaten/kota. Untuk daging ayam ras, distribusi dilakukan melalui sekitar 1.200 outlet, dengan harga Rp 40.000 per kilogram sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP).

Ketut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam berbelanja: “Jangan membeli terlalu banyak, jangan panik buying. Belanjalah sewajarnya, konsumsilah sewajarnya.”

Pengawasan dan intervensi akan terus diperkuat untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan hingga periode Idulfitri di seluruh wilayah Indonesia. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait