Akuatik Sulteng
Sebelumnya, Agustus 2024, KONI DKI Jakarta mengajukan gugatan ke Dewan Hakim PON XXI Aceh – Sumut 2024 atas status Joe. Dalam amar putusan, Dewan Hakim PON XXI Aceh – Sumut 2024 mengabulkan permohonan KONI DKI Jakarta dan menyatakan Joe mewakili DKI Jakarta.
Menanggapi hal ini, Ketua Harian Akuatik Sulteng, Muhammad Warsita mengatakan, Joe masih terdaftar sebagai atlet Sulteng saat berlangsung Chef de Mission (CdM) Meeting I dan II PON XXI Aceh-Sumut 2024. Namun nama Joe tidak lagi mewakil Sulteng setelah Delegation Registration Meeting (DRM) PON XXI Aceh – Sumut 2024 di Medan.
“Bahkan pada saat pendaftaran, Joe juga masih mewakili Sulteng. Tetapi setelah DRM yang dilaksanakan di Medan, kami mendapatkan informasi dari tim IT KONI Sulteng, bahwa Joe digugat lewat Hakim Dewan PB PON oleh KONI DKI Jakarta, dilaksanakanlah sidang di KONI DKI Jakarta, tetapi kita tidak diberi ruang untuk melakukan pembelaan,” tegas Warsita.
Proses gugatan KONI DKI Jakarta soal status Joe, berlangsung cepat. KONI Pusat memutuskan Joe adalah atlet mewakili DKI.
BACA JUGA: Anggaran Terlambat Turun, Mantan Menpora Puji PB PON XXI Mampu Jalankan Event dengan Sukses
“Jadi, hari itu sidang Dewan Hakim, hari itu juga putus bahwa Joe itu adalah atlet DKI Jakarta. Kami sesalkan adalah yang pertama bahwa persyaratan untuk mengikuti PON itu adalah syarat Babak Kualifikasi PON dan itu sudah kami penuhi mewakil Sulawesi Sulawesi Tengah,” papar Warsita.
Namun, ujar Warsita, Babak Kualifikasi PON tersebut tidak menjadi pertimbangan Dewan Hakim dalam menentukan amar putusan.
“Ya itu yang kita herankan, mengapa KONI Pusat dalam hal ini keabsahan dan Pengawas dan Pengarah (Panwastra), langsung Dewan Hakim memutuskan Joe ke DKI Jakarta, tanpa melihat bahwa syarat sebuah KONI itu adalah melewati Babak Kualifikasi PON,” terang Warsita.
KONI Sulteng sendiri, telah melakukan sejumlah tahapan untuk dapat mengirimkan atlet pada PON XXI Aceh – Sumut 2024.
“Kita sudah lalui semua tahapan-tahapan, meskipun ada aturan 75 sudah mereka sampaikan. Tetapi PB Akuatik juga memiliki aturan-aturan mutasi, bahwa Joe ini sudah memiliki KTP Sulteng, sudah bergabung dalam club renang yang berpusat di Kota Palu, Sulteng, bukan lagi club renang yang ada di Jakarta. Itu yang sangat kita sayangkan,” tambah Warsita.
BACA JUGA: Kontingen Drumband Sumut Optimis Raih 3 Emas dari LKKB di PON XXI Aceh-Sumut 2024
KONI Sulteng dan Akuatik Sulteng juga telah melakukan berbagai upaya untuk memperjuangkan Joe sebagai atlet renang Sulteng, termasuk melayangkan surat kepada PB Akuatik Pusat, Panwstra dan Dewan Hakim PON, tetapi tidak mengubah keputusan bahwa Joe akan mewakili DKI Jakarta.
Warsita menduga, KONI DKI Jakarta getol menggaet Joe, karena Akuatik merupakan salah satu cabang olahraga yang memperebutkan banyak mendali yakni 38 emas.
“Dari 38 medali itu, 19 di putra. Joe kita targetkan akan meraih sedikitnya 6 sampai 7 emas, itu diluar nomor estafet,” ujar Warsita.
Warsita juga mengatakan, Joe sangat memiliki potensi untuk mendulang medali pada PON XXI Aceh – Sumut 2024.
“Kalau ada dikatakan raja, di PON ini rajanya Joe Aditya. Mungkin saja ada pertimbangan DKI Jakarta untuk bersaing di papan atas perolehan medali. Ya apalah kami, Sulawesi Tengah, daerah yang jauh, sangat kecil, untuk bersaing di papan atas rasanya sagat sulit. Jadi kami hanya berharap di renang ini,” harap Warsita
Warsita juga melihat, Joe menjadi kartu As bagi DKI Jakarta untuk memuluskan peluang menempati posisi teratas perolehan medali emas pada PON XXI Aceh – Sumut 2024, meninggalkan dua saingan beratnya yakni Jawa Barat dan Jawa Timur yang terus saling kejar pada urutan 3 besar.
“Itulah yang kami maksudkan tadi. Ada Raja sebagai penentu, kartu As untuk urutan dan posisi dapat emas. Tahun ini, sesuai cacatat dan pengamatan, Joe akan jadi Raja di kolam renang dan itu akan menguntungkan kontingen yang diwakilinya,” tegas Warsita.
BACA JUGA: Sumut Bidik 6 Emas dari Atletik PON 2024: Kombinasi Atlet Senior dan Junior Siap Tampil Gemilang
Meski demikian, KONI Sulsel tetap berusaha agar Joe dapat mewakili Sulteng pada PON XXI Aceh – Sumut 2024. Pada PON XXI Aceh Sumut 2024, Joe akan tampil di gaya bebas putra 50 meter, 100 meter dan 200 meter. Demikian juga pada gaya kupu-kupu Putra 50 meter, 100 meter dan 200 meter, serta estafet 4×50 meter gaya bebas putra, 4×100 meter gaya bebas putra, 4×200 meter gaya bebas putra dan 4×100 meter gaya ganti putra.
“Kita ada mengirimkan surat kepada KONI Pusat untuk mempertimbangkan Joe tampil tanpa mewakili Sulteng. Paling tidak, Joe tampil tanpa membawa nama daerah, atau turun secara independen, sambil menunggu hasil gugatan kita diputuskan nantinya. Biarlah nanti medali emas akan ditentukan oleh hasil putusan, apakah Sulteng atau DKI nanti,” harap Warsita.
Selain itu, KONI Sulteng juga telah mengirimkan surat kepada Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAORI) untuk mendapatkan keadilan atas status Joe.
“Walau ada surat Keputusan dari Koni Pusat, kami juga terus menyurat para pihak, termasuk BAORI hari ini. Jika memungkinkan, sambil berproses secara hukum, kami berharap Joe tetap turun. Kami juga tidak berharap, atlet kami ini tidak turun, karena ini menyangkut masa depan Joe sebagai atlet renang,” ujar Warsita.
BACA JUGA: Sumut Cetak Sejarah Rebut Emas Perdana Squash PON Aceh-Sumut








