KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Andra Evriliady, seorang atlet pencak silat asal Medan, Sumatera Utara, menegaskan tekadnya untuk meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) yang akan digelar pada 2026 mendatang. Pemuda kelahiran 13 April 2003 ini mengaku sudah mempersiapkan diri dengan disiplin tinggi, mengatur rutinitas latihan pagi dan sore untuk tampil maksimal dalam kompetisi olahraga bergengsi ini.
“Saat ini saya tengah fokus pada latihan yang sudah disusun oleh pelatih. Tidak hanya teknik, tetapi juga fisik dan mental untuk tampil lebih baik dari sebelumnya,” ujar Andra, yang juga merupakan atlet binaan KONI Medan, Sabtu (30/8/2025).
Bagi Andra, olahraga pencak silat bukan hanya soal prestasi, tetapi juga sebuah bentuk dedikasi untuk orang tua dan orang-orang tercinta. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Junaidy Permata dan Eva Kristina, Andra sudah meraih berbagai prestasi membanggakan. Di antaranya, juara 1 Pekan Olahraga Kota Medan, Kejuaraan Piala Gubernur Sumatera Utara, serta juara 1 dalam beberapa kejuaraan tingkat provinsi dan nasional.
Selain itu, Andra juga telah menunjukkan kemampuan di kancah internasional, dengan meraih juara 2 dalam kejuaraan Internasional Championship. Prestasi-prestasi ini menjadikan Andra sebagai salah satu atlet pencak silat yang sangat diperhitungkan di Sumatera Utara.
BACA JUGA: Nugie Bidik Emas Porprovsu 2026: Pendekar Muda asal Binjai yang Tak Kenal Lelah Ukir Prestasi
Andra, yang kini menginjak usia 22 tahun, memandang pencak silat sebagai olahraga yang menggabungkan seni bela diri dengan filosofi budaya Indonesia. Dalam pandangannya, seorang atlet pencak silat tidak hanya dituntut untuk memiliki keahlian fisik yang prima, tetapi juga mental juara.
“Kepribadian seorang atlet pencak silat sangat penting, terutama stabilitas emosional, disiplin, dan kepercayaan diri. Semua itu berperan dalam membentuk seorang juara sejati,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya mental bertanding, yang menurutnya menjadi salah satu elemen kunci dalam olahraga ini. “Setiap pertandingan adalah ajang untuk menguji diri. Mental juara adalah hal utama yang harus dimiliki, baik di dalam latihan maupun saat bertanding.”
Porprovsu 2026, yang akan diselenggarakan empat tahun sekali, bukan hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga sebagai platform pemantauan bagi atlet-atlet berbakat di Sumatera Utara. Andra berharap, melalui kompetisi ini, ia bisa mendapatkan peluang lebih besar untuk bergabung dalam Program Pembinaan Intensif (PPI) KONI Sumut dan menjadi bagian dari tim atlet PON XXII/2028 di NTB dan NTT.
“Porprovsu ini adalah ajang yang sangat penting untuk mengasah kemampuan. Saya ingin memberikan yang terbaik, tidak hanya untuk diri saya, tetapi juga untuk daerah dan negara,” ungkap Andra dengan penuh semangat.
Sebagai alumni Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Medan (Unimed), Andra sadar betul akan pentingnya persiapan matang. Ia juga mengingatkan bahwa pencak silat dalam Porprovsu menggunakan sistem gugur, yang mengharuskan setiap atlet untuk terus memenangkan pertandingan demi pertandingan.Semangat Belajar dan Berprestasi
Selain tekun berlatih, Andra juga mengajarkan anak-anak di SD Muhammadiyah 02 Medan. Mengajarkan ilmu bela diri kepada generasi muda, menurutnya, adalah cara untuk memberi contoh dan menumbuhkan semangat pantang menyerah.
BACA JUGA: Pengprov PJSI Sumut belum Puas dengan Raihan Medali di Kejurnas Jawa Barat
“Saya percaya bahwa untuk menjadi juara, kita harus mengalahkan diri sendiri terlebih dahulu. Mengatasi rasa malas, takut, atau ragu. Semua itu adalah bagian dari proses menuju prestasi,” tutup Andra, yang dikenal juga sebagai pendukung telur bebek.
Dengan semangat juara dan tekad yang kuat, Andra Evriliady tidak hanya berfokus pada kemenangan pribadi, tetapi juga pada bagaimana olahraga pencak silat dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berprestasi. Kini, dengan persiapan yang matang, ia siap mengukir sejarah di Porprovsu 2026 dan melangkah lebih jauh dalam dunia olahraga bela diri Indonesia. (KSC)








