KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Menatap tajam ke depan dengan semangat membara, Nugie Septiawan Pasaribu, pesilat muda asal Binjai, resmi menargetkan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026 mendatang. Target ini bukan angan-angan semata, melainkan tekad realistis dari atlet binaan KONI Medan yang telah membuktikan kapasitasnya di berbagai ajang bergengsi sebelumnya.
Bukan kali pertama nama Nugie mencuat sebagai harapan emas bagi kontingen Medan. Pada Porprovsu 2022, ia sukses mempersembahkan medali emas, sedangkan pada PON XXI 2024 Aceh-Sumut, ia memperkuat kontingen Sumut dengan raihan medali perunggu sebuah prestasi membanggakan yang menjadikan namanya diperhitungkan di kancah pencak silat nasional.
“Insyaallah, target saya di Porprovsu 2026 ingin mengulangi kesuksesan sebelumnya dengan meraih emas. Tapi tentu persaingannya makin ketat karena semua pesilat se-Sumut pasti sudah mempersiapkan diri untuk jadi yang terbaik,” ujar Nugie kepada kliksumut.com , Jumat (29/8/2025).
Menurut Nugie, ajang Porprovsu bukan sekadar perebutan medali, tetapi juga menjadi ajang seleksi menuju PON XXII/2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Tak heran jika setiap pesilat menjadikan Porprovsu sebagai panggung pembuktian terbaik mereka.
Lahir di Binjai pada 3 Juli 2001, Nugie merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, buah hati pasangan M Fauzi Pasaribu dan Ernawati. Perjalanan emasnya di dunia pencak silat dimulai saat menimba ilmu di Pondok Pesantren Baitulmal Aziz di bawah naungan LDII. Di sana, ia pertama kali mengenal dunia silat melalui ekstrakurikuler yang kemudian mengubah jalan hidupnya.
“Awalnya cuma lihat teman-teman latihan, lalu ikut bergabung. Baru tiga bulan latihan, saya langsung dibawa pelatih ke Kejurda dan Alhamdulillah langsung juara pertama. Rasanya luar biasa, karena ternyata kerja keras saat latihan nggak pernah bohong,” kenangnya.
Sebagai pendekar dari perguruan Persianas Asad, Nugie tahu betul bahwa untuk menjadi yang terbaik, butuh latihan keras, disiplin tinggi, dan ketahanan mental. Lulusan STOK Bina Guna Medan ini pun mengaku bahwa setiap kejuaraan adalah tantangan baru yang selalu ia hadapi dengan dukungan kuat dari pelatih dan keluarga.
Namun, di balik prestasi cemerlangnya, Nugie juga menyimpan keresahan sebagai atlet muda. Hingga kini, ia mengaku belum mendapatkan pekerjaan tetap usai mempersembahkan medali di PON 2024.
BACA JUGA: Enjang Bahri Kembali Dipercaya Pimpin IPSI Kota Medan Periode 2025-2029
“Sebagai atlet, saya juga mendambakan pekerjaan yang layak. Sampai sekarang, saya masih berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib kami, atlet-atlet Sumut, agar masa depan kami juga terjamin,” pungkasnya.
Nugie adalah potret nyata generasi muda Sumut yang tak hanya berprestasi tapi juga punya integritas dan semangat juang tinggi. Dengan target emas di Porprovsu 2026 dan harapan menembus PON 2028, nama Nugie bukan hanya layak diperhitungkan—tapi juga layak didukung penuh oleh semua pihak. (KSC)








