Aksi Brutal Sekelompok Orang Bawa Personil Brimob Berseragam dan Bersenjata Laras Panjang Rusak Tanaman Warga, Ini Penjelasan Polda Sumut

Aksi Brutal Sekelompok Orang Bawa Personil Brimob Berseragam dan Bersenjata Laras Panjang Rusak Tanaman Warga, Ini Penjelasan Polda Sumut
Sekelompok Orang diduga membawa Oknum Aparat Brimob diduga melakukan pengrusakan tanaman Lahan pertanian warga tani HKM Lagasima, Berada di desa lau garut, kecamatan mardinding kabupaten tanah karo, sumatera utara dirusak total.

MEDAN | kliksumut.com Sekelompok orang yang diduga sengaja membawa personil Brimob berseragam, lengkap senjata api laras panjang diduga melakukan pengrusakan tanaman warga. Aksi tersebut pun kemudian viral. Meski sempat terjadi debat, keberadaan oknum Brimob tersebut membuat keberanian warga ciut meski sempat mempertanyakan alasan pengrusakan.

Lahan pertanian warga tani HKM Lagasima, Berada di Desa Lau Garut, Kecamatan mardinding Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara dirusak total.

Diduga sekelompok orang yang datang membawa personil Brimob bersenjata laras panjang menyemprotkan cairan untuk mematikan tanaman. Tanaman warga pun akhirnya mati dan dampaknya mereka harus gagal panen dan mengalami kerugian materi.

BACA JUGA: Lembaga Keagamaan Minta Tutup Judi, Dandim 0205 Tanah Karo Siap Berkolaborasi Basmi Pekat di Karo 

Detik detik kejadian pengruaakan yang diduga sengaja membawa oknum Brimob Bersenjata Api itu kemudian viral di media sosial.

Dari video viral beredar awak media akhirnya dapat mengkonfirmasi warga setempat. Diketahui warga tersebut bernama jasmin bangun dan Neragi Sebayang. Petani sekaligus masyarakat setempat.

“Ini kejadian yang kedua 25 Agustus 2023. Ini kejadian tgl 09 September 2023 lalu,” kata Neragi ketika dikonfirmasi awak media Selasa 21 September 2023.

Dikatakannya, Luas lahan kerja kelompok tani hutan HKM lagasima sekitar 110 hektar.

Lantas, Neragi Sebayang mengungkapkan masyarakat sangat mengharapkan bantuan awak media untuk mempublish permasalahan mereka agar dapat direspon apart terkait.

“Kami kelompok tani HKM Lagasima sudah melapor ke Polda, dan Polda sudah melimpahkan ke polres Karo dan LP dikaro blm ditemukan. Sehingga kejadian pengrusakan sudah tiga kali terjadi dimulai sejak bulan Februari, Agustus dan September 2023.

Lantas ia menjelaskan kejadian pertama sudah dilaporkan tanggal 02 Maret 2023 ke SPKT Polda Sumut.

“Ini LP di polda, STLP/ B/265/III/2023/SPKT/POLDA SUMUT dengan pasal 406 jo 363 KUHPIDANA,” kata Neragi Sebayang.

Terakhir ia menjelaskan peraoalannya terjadi karena Areal perusahan yang masuk ke areal kerja kelompok tani masyarakat yang dimenangkan Kementrian Kehutanan untuk pengelolaan lahan bercocok tanam. Dan selama ini lahan itu bisa dikelola dan harapan kami tidak diganggu.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Polda Sumut Kembali Mengungkap 44 Kasus Jaringan Narkotika, 60 Pelaku Ditangkap

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi yang dikonfirmasi awak media menjelaskan pihak Polda akan menjndaklanjuti kejadian.

“Terima kasih atas informasinya, segera kita tindak lanjuti. Nanyi perkekbanganya kita sampaikan lebih lanjut. Yang jelas jika ada pelanggaran akan ada sanksi dan prosedur hukum. Termasuk soal keberadaan oknum tadi ya, nanti kita telusuri juga apa peranannya suasana,” ujar Hadi. (Tim/Y)

Pos terkait