KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Asia Council for Small Business (ACSB) regional Sumatera Utara Sumut menggelar kegiatan pelatihan dan pengabdian masyarakat di Aula Desa Besar II Terjun Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Rabu (6/8/2025)
Kegiatan ini dengan tema “Hilirisasi produk berbasis pertanian, diantaranya pelatihan pestisida alami, sosialisasi pupuk kaya magnesium JP 86, pendampingan pembuatan NIB produk UMKM dan pencegahan stunting melalui hilirisasi kelor”.
Acara pelatihan dan pengabdian masyarakat dihadiri oleh Kepala Desa Besar II Terjun Kecamatan Pantai Cermin, Sulaimansyah, Camat Kecamatan Pantai Cermin Andi Akbar dan Mewakili Bupati Sergai yaitu Zulfikar Staff Ahli Bupati Sergai.
Zulfikar mengatakan, pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat merupakan dua kegiatan yang saling berkaitan dalam meningkatkan pengembangan pertanian di Sergai. Pelatihan adalah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap individu atau kelompok masyarakat. Sedangkan pengabdian kepada masyarakat adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta hasil penelitian yang dilakukan oleh ACSB Regional Sumut untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Semoga dengan adanya pelatihan dan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan kompetensi individu, mengembangkan keterampilan baru, dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi bagi masyarakat Sergai khususnya di kecamatan Pantai Cermin”, ujarnya.
Sementara itu, Andi Akbar menuturkan dengan adanya pelatihan dan pengabdian masyarakat yang digelar ACSB Regional Sumut dapat meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin.
BACA JUGA: ACSB Regional Sumut MoU dengan 9 PTS, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan JNE
“ACSB regional Sumut merupakan organisasi yang berfokus pada pengembangan bisnis kecil dan menengah di wilayah Sumatera Utara. Untuk itu, kami menggelar kegiatan pelatihan dan pengabdian masyarakat di Aula Desa Besar II Terjun Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Sergai dengan narasumber luar biasa Syahrani Devi SP. M. I.Com (treasure acan regional sumut) dengan materi pemanfaatan hilirisasi kelor untuk mencegah stunting dan Ir. Rena Arifah Simbolon MSi (wakil ketua I ACSB Regional Sumut) dengan materi pembuatan pestisida alami dan juga pemanfaatan limbah sampah daun menjadi briket arang organik memberikan edukasi kepada masyarakat setempat”, ujar Chief Executive ACSB Regional Sumut Hj Henny Pratiwi SP MM di Medan, Jumat (8/8/2025)
Henny yang juga Dosen politeknik LP31 Medan mengatakan kegiatan pelatihan dan pengabdian masyarakat berupa hilirisasi produk berbasis pertanian adalah proses peningkatan nilai tambah (value add) produk pertanian melalui pengolahan lebih lanjut menjadi produk setengah jadi atau produk jadi. Ini melibatkan berbagai kegiatan, mulai dari pengolahan sederhana hingga pengembangan produk inovatif, dan dapat dilakukan oleh berbagai skala pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga industri besar.
Selanjutnya, kata Henny, pelatihan pembuaan pestisida alami dimana pestisida organik merupakan ramuan obat-obatan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman yang dibuat dari bahan-bahan alami.
Henny menuturkan, sosialisasi pupuk kaya magnesium JP 86, yakni kombinasi pupuk magnesium paling populer ini berfungsi untuk memperbaiki penyerapan nitrogen dari dalam tanah. Selain itu, biasanya pupuk ini juga digunakan untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman bagi petani di Kecamatan Pantai Cermin.
Selain itu, kata Henny, ACSB Regional Sumut melakukan pendampingan pembuatan NIB produk UMKM. Pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk produk UMKM sangat penting untuk memberikan kejelasan legalitas usaha, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka akses ke berbagai program pemerintah. Dengan NIB, UMKM dapat memperluas pasar, mengakses pembiayaan, dan menjalin kerjasama bisnis dengan lebih mudah.
“Hilirisasi daun kelor dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan stunting karena daun kelor kaya akan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Olahan daun kelor, seperti teh, sup, atau makanan tambahan lainnya, dapat diintegrasikan ke dalam pola makan sehari-hari, terutama untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak”, jelas Henny yang juga merupakan Dosen Pertanian UISU Jurusan Agribisnis
Heeny yang juga merupakan dosen pendamping lapangan mahasiswa KKNT di Desa Besar II Terjun Kecamatan Pantai Cermin menuturkan agar kegiatan ini data dimanfaatkan sebagai momentum sehingga dapat menggerakkan adik-adik bimbingan KKNT yang lagi pengabdian di desa tersebut untuk menghadirkan peserta pelatihan berkolaborasi dengan kepala desa sehingga terjadilah acara ini.
“Maka sebagai seorang dosen yang juga memegang amanah di komunitas organisasi baik yang bergerak dibidang pertanian dan UMKM haruslah menjadi garda terdepan membantu meningkatkan income pendapatan petani dan pelaku UMKM melalui pelatihan dan sosialisi perubahan mindset untuk menggunakan pestisida alami agar menjaga lingkungan tetap sehat. Mencegah stunting melalui tanaman kelor yang tinggi nutrisi dan juga pendampingan pembuatan izin untuk meningkatkan kualitas produk usaha”, terangnya.
BACA JUGA: Henny Pratiwi Pimpin ACSB Regional Sumut Periode 2025-2027
Beberapa kegiatan yang pernah dilakukan oleh ACSB Regional Sumatera Utara meliputi:
1. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan kegiatan pendukung, Rakernas ini diiringi dengan seminar nasional, kuliah umum, bakti sosial, dan bazar UMKM pertanian.
2. Kuliah Umum bersama tokoh ternama, ACSB Regional Sumatera Utara juga mengadakan kuliah umum dengan menghadirkan tokoh-tokoh penting di bidang bisnis, seperti Hermawan Kartajaya.
3. Kegiatan di Aula Universitas, beberapa kegiatan, seperti kuliah umum, juga bisa diselenggarakan di aula kampus, misalnya di Aula Program Doktor Ilmu Pertanian Kampus UMA.
4. Bazar umkm
5. Pemeriksaan kesehatan dan pangkas gratis untuk masyarakat dan pelaku UMKM
6. Webinar internasional
7. Bimtek UMKM untuk pemula
Dalam kegiatan ini juga dihadiri pengurus ACSB Rregional sumut yaitu Dr dewi yang juga merupakan Dekan Fakultas Ekonomi UPMI, Mazidan SAg, Ernita SP dan dari JP 86, Amy zahara SP, Gusniarni kolaborasi dengan keloria, Rumah Briket, UISU, UPMI dan Lemhannas Sumut. (KSC)








