31 Warga Sampali Gugat PTPN II Ke PN Lubuk Pakam

banner 468x60

SAMPALI | kliksumut.com – Polemik sengketa tanah di Jalan Kenari, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan kembali diperjuangkan oleh warga. Pasalnya, warga tertekan dan diduga di intimidasi oleh pihak PTPN dengan cara diundang pada Rabu (14/6/2021) lalu, perihal program Optimalisasi asset lahan PTPN II Kebun Bandar Klippa rayon Sampali.

Merasa curiga, warga pun tak menghadirinya lantaran sebelumnya, 2 warga lainnya datang diundang tersebut diduga mendapat indimidasi dan kearoganan dari pihak PTPN II karena menolak menandatangi surat pernyataan bersedia mengosongkan rumah dengan diberikan kompensasi sebesar Rp38 juta per kepala keluarga yang dinyatakan warga tak layak.

Merasa tak layak, Ardan Lubis ketua FKPPN (Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara) dengan didampingi kuasa hukumnya dari Advokat Lubis dan rekan, Mahmud Irsyad Lubis SH angkat bicara.

 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Baca juga: Resmikan Masjid dan Pembangunan Jalan, Bupati Sergai Ajak Masyarakat Untuk Bersyukur


“Mulainya sesudah ada undangan yang dibuat oleh pihak PTPN II, disitulah kami berjuang untuk mempertahankan hak kami, Kami ini sebenarnya berada di HGU, dan mereka menggusur lantaran akan dirubah oleh pengembang menjadi HGB (Hak Guna Bangunep), karena saya ikut rapat RDP di DPRD, disitu Ada PTPN II dan pihak pengembang, jadi memang arahnya kesitu”,ungkap Ardan Lubis Ketua FKPPN, Kamis (24/6/2021)

Sementara itu, Kuasa Hukumnya, Mahmud Irsyad mengatakan, warga sudah resmi menggugat PTPN II.

“31 KK hari ini resmi telah mengajukan gugatan ke PN Lubuk Pakam terhadap Direktur PTPN II atas perbuatan melawan Hukum. Mereka akan melakukan penggusuran kepada pensiunan dan ahli waris yang sudah ditempati selama puluhan tahun. Pengajuan tersebut sudah terdaftar di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam dengan nomor perkara 142/Pdt.G/2021/PN Lbp,” jelas Irsyad. (Rel/BNL)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60