KLIKSUMUT.COM | TAPANULI TENGAH ~ Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) membuat bantaran sungai di Kecamatan Tukka, kembali meluap. Banjir susulan ini memicu kepanikan warga pada Jumat (2/1/2026).
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, langsung meninjau lokasi banjir di Kelurahan Pasar Onan Tukka, Kelurahan Hutanabolon, dan Kelurahan Bonalumban.
Meski curah hujan cukup tinggi, Masinton memantau proses normalisasi sungai di tiga kelurahan tersebut dan memastikan aliran air tetap lancar agar tidak kembali memasuki permukiman warga.
BACA JUGA: Sungai Aek Doras Meluap, Warga Sibolga dan Tapteng Waspadai Banjir Susulan
“Normalisasi sungai harus dipastikan berjalan optimal. Kita juga akan memperkuat dengan pembuatan tanggul di sepanjang bantaran sungai,” ujar Masinton di sela peninjauan.
Koordinasi Penanganan Banjir dan Hunian Sementara
Masinton melanjutkan peninjauan ke Sungai Aek Sigalagala dan Sungai Aek Harse di Kelurahan Hutanabolon. Saat tiba di lokasi, Masinton berdialog dengan warga yang ingin kembali ke Dusun Huraba, Desa Sait Kalangan II.
Dalam kesempatan itu, Masinton menyarankan kepala desa menyiapkan lahan untuk Hunian Sementara (Huntara) bagi korban banjir bandang dan tanah longsor sebelum warga kembali ke permukiman terdampak.
BACA JUGA: Plt Camat Barus: Pemulihan Pascabanjir Capai 90 Persen, Kebut Perbaikan Akses Jalan
Masinton juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan akibat cuaca ekstrem.
Normalisasi Sungai Masih Berlangsung
Sementara Kepala Dinas PUPR Tapteng, Jusmar Efendi Simamora, menjelaskan banjir terjadi karena curah hujan tinggi yang membuat debit air melampaui daya tampung sungai hingga meluap dari tanggul yang sudah dibangun sebelumnya.
Sejak masa tanggap darurat, Pemkab Tapteng menormalisasi sejumlah sungai, termasuk Sungai Aek Pintubosi di Kelurahan Pasar Onan Tukka, Sungai Aek Siaili di Kelurahan Bonalumban, serta Sungai Aek Harse, Aek Sigalagala, dan Aek Sialang di Kelurahan Hutanabolon.
BACA JUGA: Bupati Tapteng Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Jembatan Bailey Sungai Garoga
“Normalisasi dilakukan dengan membersihkan sedimentasi dan batang kayu sisa banjir bandang dan longsor. Meski debit air tinggi, air relatif cepat surut. Saat Bupati meninjau lokasi, kondisi sungai kembali normal dalam waktu singkat,” jelas Jusmar.
Ia menambahkan, normalisasi masih membutuhkan waktu karena panjangnya aliran sungai. Saat ini, Dinas PUPR menurunkan dua unit excavator capit, satu unit excavator long arm, dan dua unit excavator standar di Kelurahan Bonalumban. Sementara di Kelurahan Hutanabolon, lima unit excavator standar dan satu unit excavator capit bekerja menormalisasi sungai. Jusmar menegaskan, pekerjaan akan terus berlanjut hingga selesai. (KSC)
REPORTER: Benny Setiawan








