Selanjutnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut ini juga meminta dukungan Wali Kota Medan melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk dapat bersama Bank Indonesia mengendalikan Inflasi khususnya di Sumut, sebab Kota Medan menjadi barometer Inflasi di Sumut. Artinya jika Inflasi di Kota Medan berhasil dikendalikan maka di Sumut juga akan terkendali.
“Di tengah Pandemi Covid-19 daya beli masyarakat masih rendah, kami juga berharap Pemko Medan ini bergerak bersama-sama meningkatkan daya beli masyarakat agar perekonomian dapat berjalan lancar,” jelasnya.
Baca juga: Seorang Wanita Tewas Setelah Laga Kambing Dengan Mobil Box
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Medan didampingi Asisten Ekbang Khairul Syahnan dan Kepala BPKAD , T Ahmad Sofyan, dan BPPRD, Suherman, mengungkapkan Pemko Medan siap berkolaborasi dengan Bank Indonesia, khususnya dalam mengelektronikan transaksi. Tentunya hal ini dapat dimulai dari e – Katalog.
“Kami siap Berkolaborasi dengan Bank Indonesia Provinsi Sumut, tentunya program ini dapat mempercepat pembayaran secara digital. Apalagi di tengah Pandemi Covid-19 dapat mengurangi transaksi tunai,” kata Wali Kota.
Baca juga: Cory Sebayang Buka PRA Musrembang RKPD Tahun 2022
Kemudian Wali Kota Medan juga mendukung Program Bank Indonesia untuk transaksi QRIS bagi pelaku UMKM. Selain itu Pemko Medan, Lanjut Bobby juga bersedia membantu dalam mengendalikan Inflasi di Kota Medan serta meningkatkan daya beli masyarakat.
“Kami memiliki 5 Fokus Utama, yakni Kesehatan, Kebersihan, Infrastruktur, Kawasan Heritage dan Penanganan Banjir. Dari fokus ini tentunya membuat belanja meningkat, artinya jika Fokus ini berhasil terlaksana, maka masyarakat akan dapat merasakannya dan membuat daya beli meningkat,” jelas Wali Kota Medan. (Alian/rel)








