MEDAN | kliksumut.com – Malang benar nasib Hiras Silitonga, seorang penarik becak mesin asal Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Bukan malah mendulang rezeki dari hiruk-pikuk kampanye, pria paruh baya ini malah merasa menjadi korban politisasi di ajang pemilihan Presiden dan Calon Wakil Presiden pada Pemilu 2024.
Tiba-tiba video Silitonga, isterinya Br. Hutapea dan tiga rekannya sesama abang becak menjadi buah bibir di jagat maya, setelah pemilik akun Tiktok lamsiang.hbb memosting di media sosial (medsos).
Dalam video berdurasi 3 menit 9 detik yang telah ditonton 598 ribu viewers lebih itu, Silitonga menyatakan tidak diberi makan dan belum menerima biaya pengganti BBM setelah terlibat kampanye Hajatan Rakyat Ganjar – Mahfud yang berlangsung di Istana Maimoon, Jl. Sisingamangaraja, Medan, Minggu (28/1/2024).
BACA JUGA: BNBG Minta Aparat Hukum Tindak Tegas Pihak Yang Buat Gaduh Jelang Pemilu 2024
Semula, Hiras tidak menyangka video itu dapat digunakan mendiskriditkan salah satu pasangan Capres dan Cawapres tertentu. Setelah beredar luas, ia kecewa dan merasa telah ditunggangi oknum pemilik akun untuk mendapatkan keuntungan pribadi, baik dari sisi viewers maupun kepentingan lain.
Merasa dirugikan, Silitonga kemudian bereaksi. Ia mengecam tegas pemilik akun yang telah memosting videonya hingga menjadi viral. Selain itu, Silitonga juga meminta agar video tersebut segera di hapus (take down) karena dapat membuat kekisruhan dalam ajang dukung-mendukung Capres – Cawapres pada Pemilu 2024.
“Hei Lamsiang, biar tau kau ya. Aku tukang becak ini, tolong kau hapus yang kau viralkan itu kami ya,” ujar Silitonga.
BACA JUGA: Datangkan Ganjar Pranowo ke Belawan, Warga Kampung Nelayan Kurnia Apresiasi Paul Baja
Silitonga berkisah, awal pertemuannya dengan pemilik akun Tiktok lamsiang.hbb. Kala itu, ia bersama dengan abang becak lainnya sedang melintas di kawasan Jl. Sisingamangaraja Medan. Tiba-tiba mobil putih yang dikendari pemilik akun berhenti dan memanggil mereka.
“Pas kami lewat dipanggil kawan. Tonga, Tonga, dipanggil mobil putih itu kita. Berhenti! Ada pembagian. Terus kami berhenti dan disuruh kumpul. Lalu dibilangnya siapa juru bicaranya ini. Tapi kami gak tau di sudah di video,” papar Silitonga.
Pemilik akun kemudian melempar pertanyaan. Silitonga dan rekannya menyatakan mereka tidak diberi makan dan belum mendapat baiaya ganti BBM, meski telah ikut dalam acara Hajatan Rakyat Ganjar – Mahfud di Istana Maimoon, Medan. Usai merekam, pemilik akun menyerahkan uang Rp 50 ribu kemudian berlalu.
“Memang kami tidak dapat nasi, tapi ada di kasih roti dan minum koordinator. Begitu juga saat di lokasi acara ada di kasih bingkisan dari penyelenggara,” jelas Silitonga.
BACA JUGA: Rion Arios: Capres Ganjar Janjikan Hapus Hutang Nelayan
Silitonga sangat menyayangkan beredarnya video tersebut hingga ia menuai malu dalam kamunitas abang becak dan kerap mendapat ejekan.
“Saya meminta maaf. Saya tidak tau di videokan. Mengapa begitu jahat kali dia termasuk di viral kan. Jangan dimanfaatkan kami orang susah ini,” ujar Silitonga sedih.
Pasca viral, Hiras dan isterinya Br. Hutapea membuat video mengecam pemilik akun lamsiang.hbb. Dalam video yang dibuat Silitonga, ia mengungkapkan kekecewaan karena merasa dimanfaatkan pemilik akun.
“Kami tidak tau kami ini kau viralkan itu ya. Jadi terganggu kami cari makan,” ketus Silitonga.
Informasi beredar, untuk bertahan hidup, Hisar Silitonga dan isterinya Br. Hutapea, tidur diatas becak dan hidup berpindah-pindah (nomaden). Pasangan ini kerap terlihat di seputaran persimpangan Jl. Sisingamangaraja – Jl. Pelangi dan Bundaran Patung Sisingamangaraja XII, Teladan, Medan. (Red/Realise)








