
KARO | kliksumut.com – Pelix Tarigan bocah yang masih berumur 3,5 tahun terpaksa menanggung beban penderitaan hidup yang berat tidak bisa berdiri dan berjalan dimana sebelumnya sekitar dua bulan lalu saat bermain bersama temannya di Beca sepeda motor yang parkir dirinya jatuh terpeleset yang menyebabkan hingga saat ini tidak bisa berdiri dan berjalan.
Bocah Pelix Tarigan 3,5 tahun ini adalah warga Desa Lingga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo Sumatera Utara adalah merupakan anak tunggal dari pasangan M.Tarigan dan ibu K Ginting, dimana diketahui nasib anak malang ini sejak lahir sudah ditinggalkan oleh ayahnya dan sebelum Pelix menderita penyakit ini ibunya juga sudah pergi meninggalkannya karena sang menikah lagi dan menetap di desa suami barunya berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di Desa Lingga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo ibunya juga jarang datang ke kampung ini untuk melihat nasib Pelix Tarigan.
Pendaftaran Uji Kompetensi Wartawan Di Pemkab Karo Diperpanjang
Sejak ditinggal oleh kedua orang tuanya Pelix Tarigan 3,5 tahun tinggal dan diasuh oleh kakeknya Waktu Tarigan (63) dan sang Nenek Juniatik Br Karo (59) yang mana kedua tinggal di rumah kontrakan dan tidak memiliki pekerjaan penghasilan tetap.
Waktu Tarigan (63) kakek dari Pelix Tarigan mengatakan kepada wartawan (10/11) “kami tidak tahu berkata apalagi dan mungkin nasib cucu kami yang menderita tidak bisa berdiri dan berjalan karena terpeleset saat bermain dan saat ini kondisinya kian memprihatinkan dan butuh bantuan para dermawan, kami sudah berkali kali membawanya ke tukang kusuk namun tidak ada hasil karena menurut mereka tidak ada yang bermasalah terhadap kakinya dan selanjutnya kami juga sudah bawa Pelix Tarigan ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe dan pihak rumah sakit menganjurkan kami untuk dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik karena dirumah sakit Kabanjahe tidak ada alat khusus untuk Rontgen anak dan juga cek saraf,” katanya.
PD PPM Sumut Dan LVRI Kab.Karo Gelar Upacara Dan Tabur Bunga Dimakam Pahlawan
Ditambahkannya karena kami tidak memiliki biaya sehingga kami tidak jadi membawa Pelix kerumah sakit Adam Malik di Medan, bagaimana kami mau kesana untuk makan sehari hari saja kami terkadang tidak cukup kami berdua hanya berkerja di ladang orang itupun kami harus gantian karena salah seorang juga harus menjaga cucu (Pelix) dirumah untuk membeli obatpun kami sudah tidak ada biaya,dan kemarin saya sudah mendatangi ketua BPD Desa Lingga Julu ini untuk meminta solusi dan perhatian pemerintah desa setempat maupun dinas terkait dan beruntung saat ini Pelix Tarigan sudah masuk BPJS dibantu beliau, dan saya berharap cucu kami Felix bisa dibantu agar dia lekas sembuh, dan bisa kembali berjalan seperti anak-anak yang lainnya, sungguh kasihan nasib cucu kami ini, masih kecil dia sudah menderita dan tidak bisa berbuat apa-apa bahkan duduk pun susah, saya sangat kawatir dia cacat permanen seumur hidup kalau tidak dapat pengobatan medis dengan cepat,” tutupnya. (Her).








