Pengacara AstraZeneca, Hakim Boularbah mengatakan kepada wartawan, perusahaan obat itu sangat menyesalkan keputusan Komisi Eropa yang mengajukan ke pengadilan dan berharap perselisihan itu diselesaikan secepatnya. Perusahaan mengatakan kontraknya dengan UE hanya mengikat pihaknya pada ketentuan ‘upaya terbaik yang masuk akal’ dalam mengirim vaksin secara tepat waktu.
Baca juga: EPZA Apresiasi Penangkapan Penjual Vaksin Ilegal oleh Polda Sumut
Scott Marcus, pengamat ekonomi senior di Bruegel mengatakan, “Kontrak itu sendiri memperjelas, vaksin akan dikirimn dengan upaya terbaik dan masuk akal. Kontrak secara khusus juga menyatakan, pihak-pihak terkait tidak akan menuntut satu sama lain. Jadi agak aneh Komisi Eropa megajukan tuntutan.”
Sementara itu, kampanye vaksinasi blok itu mulai meningkat. Komisi Eropa mengatakan, sedang dalam upaya memenuhi tujuannya untuk memvaksinasi 70 persen orang dewasa pada musim panas ini. (voaindonesia.com)







