
MEDAN | kliksumut.com – Dua taekwondoin Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengantongi tiket lolos ke PON Papua 2020 setelah meraih medali emas dan perak pada Pra-PON yang berlangsung di Indoor Stadium Sport Center, Tangerang, 27-29 September 2019.
Emas diraih atlet asal Medan, Serda (K) Oppy Danena Ginting dalam pertarungan kelas under 73 kg putri. Hasil yang diraih penyandang sabuk hitam Dan 3 Kukkiwon membuat tendangannya ke PON XX/2020 Papua untuk membawa nama harum Sumut Bermartabat.
Oppy berhasil menundukkan lawannya dari Kalimantan Timur di babak final. Kowad yang berdinas di PIAD Jakarta ini sebagai atlet peraih emas di Pra-PON memang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dengan pengalaman dan jam terbang yang sudah cukup banyak. Apalagi pelatih Taekwondo Sumut Basuki Nugroho optimistis atlet andalannya itu mampu menyumbang emas bagi Sumut. untuk itu diharapkan cewek kelahiran Medan ini mampu semakin semangat berlatih agar bisa tampil baik dan membuat kejutan pada PON Papua, Oktober 2021 mendatang.

Peraih emas Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) Riau 2011 ini akan kembali melakukan persiapan menuju PON Papua. Dengan waktu setahun untuk persiapan, dirinya optimistis bisa tampil maksimal berlaga di PON. Selain itu dari hasil dan performa di Pra-PON juga akan jadi bahan evaluasi bagi Oppy untuk memperbaiki diri sebagai persiapan menuju PON.
“Alhamdulilah berhasil meraih tiket PON Papua. Namun hasil yang diraih tidak membuat merasa puas tetapi tetap melakukan evaluasi untuk prestasi puncak di Papua. Apalagi pada waktu PON IX/2016 Jabar kontingen Sumut meraih satu perak. Sesuai dengan instruksi pelatih dengan menargetkan prestasi yang lebih baik dibandingkan PON sebelumnya,” sebut peraih Perunggu Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau, Kamis (8/10/2020).
Setelah sukses menyabet emas, peraih emas Kejuaraan Nasional (KEJURNAS) Jakarta 2017 ini, pasalnya sudah ada talent PBTI (Pengurus Besar Taekwondo Indonesia) yang tanya mengenai sosok Oppy. Talent atau Tim Talent Scouting yang dimaksud merujuk pada pencari bakat dari Bidang Pembinaan Prestasi PBTI di mana taekwondoin berprestasi dan berbakat tersebut akan digembleng di Pelatnas Jakarta sebagai persiapan ajang akbar seperti Sea Games, Asian Games, Olimpiade dan kejuaraan bergengsi lain.
Anak dari Jhonny Ginting dan Nurhayati Napitupulu ini memaparkan taekwondo merupakan olahraga beladiri modern yang berakar pada beladiri tradisional Korea. Taekwondo mempunyai banyak kelebihan tidak hanya mengajarkan aspek fisik semata, seperti keahlian bertarung, melainkan juga sangat menekankan pengajaran aspek disiplin mental. Artinya Taekwondo akan membentuk sikap mental yang kuat dan etika yang baik bagi orang yang secara sungguh sungguh mempelajarinya.
Baca juga : Silvio Escobar Sudah Merapat ke PSMS
Setelah berlatih keras dan mendapatkan penghargaan saat bertanding di level regional kota Medan, prestasi atlet yang berdomisili Jalan Bunga malem Medan Tuntungan pun berlanjut di kejuaraan daerah maupun nasional. Seperti kata pepatah, “latihan tak akan mengkhianati hasil” dan hal itulah yang dirasakan taekwondoin dari dojang Sibayak Club Medan ini.
Prajurit TNI AD yang dilahirkan pada 29 Januari 1995 ini menjelaskan taekwondo bukan sekadar ilmu bela diri dan meraih prestasi. Di sini bisa belajar attitude, sopan santun sama teman, pelatih, pengurus dan yang lainnya. Itulah alasan yang membuat semakin betah di taekwondo.
Baca juga : PSMS Medan Bersama Lima Klub Ajukan Menjadi Tuan Rumah Liga 2
“Salah satu impian terbesarnya adalah dapat meraih medali tingkat nasional pesta olahraga bergengsi tanah air yang digelar empat tahun sekali yang digelar di Papua tahun depan,” pungkas anak bungsu dari dua bersaudara ini. (BNL)








