Salomo TR Pardede Siap Pimpin YPDA, Tegaskan Dukungan Penuh untuk UDA dan ISTP

Salomo TR Pardede Siap Pimpin YPDA, Tegaskan Dukungan Penuh untuk UDA dan ISTP
Salomo TR Pardede Putra dari mantan Gubernur Sumatera Utara, almarhum Rudolf M Pardede ini menyatakan kesiapannya untuk mengambil alih posisi sebagai Ketua Pembina YPDA. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Konflik internal yang terjadi di tubuh Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA), pengelola Universitas Darma Agung (UDA) dan Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP), akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Salomo TR Pardede. Putra dari mantan Gubernur Sumatera Utara, almarhum Rudolf M Pardede ini menyatakan kesiapannya untuk mengambil alih posisi sebagai Ketua Pembina YPDA.

Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Sabtu (5/4/2025), Salomo menjelaskan bahwa berdasarkan akta notaris pendirian nomor 08, dirinya merupakan ahli waris sah untuk menduduki posisi tersebut, menggantikan sang ayah yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Pembina.

BACA JUGA: Universitas Darma Agung Wisuda 1.051 Lulusan, Rektor: Jadilah Pemimpin yang Membawa Perubahan

“Di akta notaris 08 disebutkan bahwa ayah saya, Rudolf M Pardede, adalah Ketua Pembina YPDA. Karena beliau telah wafat, maka saya sebagai anaknya akan melanjutkan posisi tersebut,” ujarnya tegas.

Salomo juga menyebutkan bahwa proses perubahan akta sedang berlangsung untuk mengesahkan posisinya secara hukum. Ia menambahkan bahwa saat ini kepemimpinan yayasan masih berada di tangan Partahi Siregar, yang sebelumnya menggantikan Saryati Pardede sebagai Ketua YPDA.

Kunjungan ke Kampus dan Seruan Menyejukkan

Salomo bersama sang kakak, Beby Pardede, telah melakukan kunjungan ke kampus Darma Agung pada 26 Maret 2025. Dalam kunjungan tersebut, keduanya memberikan dukungan moril kepada seluruh civitas akademika UDA dan ISTP agar tidak terpengaruh oleh konflik internal yayasan.

“Saya dan kakak saya mengimbau kepada seluruh civitas akademika, termasuk rektorat, dekanat, dan mahasiswa, untuk tetap fokus pada kegiatan akademik. Jangan terpengaruh oleh riak-riak yang ada,” ujar Salomo.

Senada dengan adiknya, Beby Pardede menyampaikan keyakinannya bahwa kepemimpinan Salomo sebagai Ketua Pembina YPDA sudah sesuai dengan legalitas akta yang ada.

“Di akta 08 tertulis jelas bahwa yang menggantikan posisi ayah kami adalah anak laki-laki. Saya sebagai anak perempuan tentu tidak bisa mengambil alih posisi itu,” tandas Beby Pardede.

Rektorat Fokus pada Akademik, Dukung Keputusan LLDikti

Rektor UDA, Dr Muhammad Ansori Lubis, membenarkan kunjungan Salomo dan Beby ke kampus. Ia menegaskan bahwa pihak rektorat tetap berpegang pada arahan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut.

“Kami fokus pada kegiatan akademik dan tidak mencampuri urusan yayasan. Kami berdoa agar konflik ini cepat selesai demi kemajuan kampus,” ujar Dr Ansori.

LLDikti Wilayah I sendiri sebelumnya telah menerbitkan dua surat penting, yakni Nomor 1001/LLI/KL.01.01/2025 dan 1002/LLI/FKL.01.01/2025, untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum terhadap keberlangsungan akademik di UDA dan ISTP.

Kepala LLDikti Wilayah I, Prof Saiful Anwar Matondang, menegaskan bahwa surat tersebut bukan bentuk intervensi, melainkan perlindungan terhadap tenaga pendidik dan mahasiswa, terutama mereka yang tengah menyelesaikan studi agar tetap bisa memperoleh ijazah yang sah.

Langkah Cepat LLDikti: Hindari Konflik Seperti ITM

Langkah cepat ini diambil LLDikti Wilayah I untuk mencegah terulangnya kasus serupa seperti konflik yang pernah terjadi di Institut Teknologi Medan (ITM) pada 2019 lalu.

“Kami tidak ingin kecolongan lagi. Maka kami ambil langkah cepat demi melindungi hak dosen dan mahasiswa,” tegas Prof Saiful.

Diketahui, Dr Moh Ansori Lubis diangkat sebagai Rektor UDA berdasarkan SK YPDA No. 130/SK/A/YPDA/X/2023, sementara Ir Semangat MT Debataraja menjabat sebagai Rektor ISTP sesuai SK No. 013/SK/B/YPDA/II/2022.

BACA JUGA: APP Darma Agung Lakukan Kegiatan Kompetensi SDM Pariwisata

Kampus Berjalan Normal, Mahasiswa Diminta Fokus Studi

Wakil Rektor I UDA, Dr Ir Lilis S Gultom, didampingi Wakil Rektor III Zulkarnain Nasution, memastikan bahwa proses akademik tetap berjalan seperti biasa. Surat dari LLDikti Wilayah I menjadi dasar kuat untuk melanjutkan seluruh kegiatan akademik sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kami telah berkomunikasi dengan tim monitoring dan evaluasi LLDikti Wilayah I. Kami pastikan mahasiswa tidak perlu khawatir, proses akademik tetap berjalan normal,” pungkasnya. (KSC)

Pos terkait