KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pergerakan saham hari ini menjadi perhatian investor setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil bangkit pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026.
IHSG ditutup menguat 27,39 poin atau 0,46 persen ke level 6.036,89. Penguatan ini menjadi angin segar setelah pasar saham Indonesia sempat mengalami tekanan cukup kuat pada awal perdagangan.
Pada perdagangan tersebut, IHSG dibuka di level 6.018,08 dan sempat turun hingga 5.979, sebelum akhirnya berbalik menguat. Level tertinggi IHSG sepanjang perdagangan Jumat berada di sekitar 6.053.
BACA JUGA: Saham Hari Ini: IHSG Menguat 0,46 Persen ke 6.036, Saham GOTO hingga PTBA Jadi Sorotan
Saham Hari Ini: Sejumlah Saham Besar Menguat
Penguatan IHSG turut ditopang sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham DCII tercatat naik 3,66 persen menjadi Rp200.900, sedangkan ASII menguat 2,66 persen ke Rp4.630.
Sementara itu, saham DSSA naik 1,79 persen menjadi Rp1.140. Di jajaran LQ45, saham GOTO menjadi salah satu penguat utama dengan kenaikan 7,14 persen ke Rp30, sedangkan PTBA naik 4,26 persen ke Rp3.180.
Dari sisi sektor, sebagian besar sektor saham berakhir di zona hijau. Sektor teknologi bahkan menjadi salah satu yang mencatat penguatan signifikan, naik 1,51 persen pada perdagangan Jumat.
IHSG Masih Tertekan Secara Mingguan
Meski saham hari ini ditutup positif, investor tetap perlu mencermati kinerja IHSG secara lebih luas.
Sepanjang perdagangan 28 September hingga 2 Oktober 2026, IHSG masih mengalami koreksi sekitar 3,28 persen. Tekanan tersebut terjadi di tengah aktivitas jual investor asing dan volatilitas pasar yang cukup tinggi.
Data perdagangan juga menunjukkan kapitalisasi pasar BEI pada pekan tersebut mengalami penurunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen investor masih cenderung berhati-hati memasuki perdagangan pekan berikutnya.
IHSG Pekan Depan Berpotensi Konsolidasi
Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi domestik dan global yang dapat memengaruhi arah saham hari ini maupun perdagangan sepanjang pekan depan.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menilai IHSG masih berpotensi bergerak konsolidasi di sekitar level 6.000. IHSG diperkirakan memiliki peluang bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada kisaran 6.000–6.200.
BACA JUGA: Saham Hari Ini 2 Oktober 2026: IHSG Kembali Tertekan, Investor Cermati Level 6.000
Bagi investor, level 6.000 menjadi area penting untuk dicermati. Kemampuan IHSG bertahan di atas level psikologis tersebut dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat peluang pemulihan pasar saham Indonesia.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan kondisi ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), pergerakan rupiah, serta arus dana asing sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Informasi ini merupakan berita dan rangkuman perkembangan pasar, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. (KSC)








