Saham Hari Ini 2 Oktober 2026: IHSG Kembali Tertekan, Investor Cermati Level 6.000

Saham Hari Ini: IHSG Dibayangi Pergantian Menkeu, Pasar Cermati Arah Kebijakan Fiskal
Ilustrasi pergerakan saham (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pergerakan saham hari ini, Jumat (2/10/2026), menjadi perhatian investor setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada dalam tekanan pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

IHSG sebelumnya ditutup melemah cukup tajam pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Indeks turun 61,64 poin atau 1,02 persen ke level 6.009,50, sekaligus memperpanjang pelemahan menjadi enam hari perdagangan berturut-turut.

Pada pembukaan perdagangan Jumat, IHSG sempat bergerak di zona hijau. ANTARA mencatat indeks dibuka naik 8,58 poin atau 0,14 persen ke level 6.018,08, sementara indeks LQ45 naik 0,15 persen ke 593,28.

BACA JUGA: Saham Hari Ini 1 Oktober 2026: IHSG Dibuka Melemah, Investor Cermati Tekanan Jual Asing

Namun, pergerakan IHSG kemudian berlangsung volatil. Sekitar 10 menit setelah perdagangan dibuka, IHSG dilaporkan kembali turun melewati level psikologis 6.000, sempat berada di 5.987, dengan rentang pergerakan pagi di kisaran 5.981-6.044.

Bacaan Lainnya

Saham Hari Ini: Investor Cermati Tekanan IHSG

Tekanan pasar saham domestik masih menjadi perhatian setelah pada perdagangan sebelumnya sebanyak 450 saham melemah, sedangkan 206 saham menguat dan 134 saham stagnan.

Sektor teknologi menjadi salah satu pemberat utama IHSG dengan penurunan sekitar 3,92 persen pada perdagangan Kamis. Sektor transportasi dan barang baku juga mengalami tekanan masing-masing sekitar 2,02 persen dan 1,99 persen.

Dari sisi investor asing, aksi jual juga menjadi sentimen yang perlu diperhatikan. Pada Kamis (1/10), investor asing mencatat net sell sekitar Rp241,86 miliar di seluruh pasar. Saham Bank Mandiri (BMRI), GoTo (GOTO), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) termasuk saham dengan nilai net sell asing terbesar.

Sentimen Ekonomi Mewarnai Bursa

Pergerakan saham hari ini juga dipengaruhi sejumlah data ekonomi terbaru Indonesia.

Inflasi Indonesia pada September 2026 tercatat 3,28 persen secara tahunan, meningkat dari 3,19 persen pada Agustus. Sementara itu, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar US$3,55 miliar pada Agustus 2026.

Di sisi lain, pergerakan rupiah dan kondisi pasar global masih menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar. Ketidakpastian geopolitik serta pergerakan harga energi turut menjadi sentimen eksternal bagi pasar saham Indonesia.

Saham yang Banyak Diperhatikan Investor

Sejumlah saham menjadi perhatian dalam perdagangan hari ini menyusul pergerakan pada sesi sebelumnya. Di antaranya BMRI, GOTO, BBRI, BBCA, MDKA, AMMN, ITMG, dan CPIN, yang tercatat mengalami aksi jual bersih investor asing pada Kamis.

Sementara itu, saham DSSA tercatat sebagai salah satu saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan sebelumnya, dengan nilai pembelian bersih sekitar Rp79,13 miliar.

Pelaku pasar juga mencermati sejumlah rekomendasi analis untuk perdagangan Jumat. Investor.id melaporkan BRI Danareksa menyoroti saham ENRG, COCO, dan VKTR, dengan pandangan bahwa IHSG berpotensi berkonsolidasi di area 6.000-6.200.

BACA JUGA: Saham Hari Ini: IHSG Rebound, Investor Cermati Rupiah dan Sentimen Global

Prospek IHSG Hari Ini

Sejumlah analis melihat IHSG masih menghadapi tekanan teknikal. Salah satu analisis menyebut area 6.000 menjadi level psikologis yang penting untuk diperhatikan, sementara level support berikutnya berada di sekitar 5.854 dan resistance di kisaran 6.185-6.240.

Kondisi tersebut membuat investor perlu mencermati perkembangan IHSG sepanjang sesi perdagangan, termasuk arah aliran dana asing, pergerakan rupiah, saham berkapitalisasi besar, serta sentimen pasar global.

Perlu dicatat, rekomendasi atau proyeksi analis bukan merupakan jaminan pergerakan harga saham. Investor tetap perlu mempertimbangkan profil risiko dan melakukan analisis sebelum mengambil keputusan investasi. (KSC)

Pos terkait