Saham CDIA Meroket 11,5% Saat IHSG Menguat, Kapitalisasi Tembus Rp 278 Triliun

Saham CDIA Meroket 11,5% Saat IHSG Menguat, Kapitalisasi Tembus Rp 278 Triliun
Saham (Ilustrasi)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan, Selasa (7/10/2025). Di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), saham CDIA ditutup melesat 11,50% ke level Rp 2.230 per saham.

Mengutip data RTI, saham CDIA dibuka menguat di level Rp 2.050 dan sempat menyentuh level tertinggi hari ini di Rp 2.370, sebelum akhirnya ditutup di Rp 2.230. Total volume transaksi mencapai 18,09 juta saham dengan nilai transaksi jumbo hingga Rp 4 triliun.

Dengan penguatan hari ini, saham CDIA tercatat telah melonjak 771,09% secara year-to-date dari harga IPO-nya yang hanya Rp 190 per saham pada 9 Juli 2025 lalu. Kapitalisasi pasar perusahaan ini kini menyentuh angka fantastis, yakni Rp 278,37 triliun.

Kenaikan signifikan saham CDIA terjadi bersamaan dengan menguatnya IHSG yang ditutup naik 0,36% ke level 8.169,28. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di rentang 8.153,71 hingga 8.217,04.

Meskipun 401 saham tercatat melemah, aksi beli pada saham-saham tertentu termasuk CDIA mendorong penguatan indeks. Total nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp 28,8 triliun.

BACA JUGA: OJK Ambil Alih Pengawasan Derivatif Keuangan dari Bappebti

Saham CDIA sempat disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Juli 2025 menyusul lonjakan harga yang sangat cepat, mencapai 697,36% sejak IPO. Namun, setelah suspensi dibuka, saham ini terus menunjukkan tren bullish yang mengindikasikan kuatnya kepercayaan investor terhadap prospek bisnis perusahaan.

CDIA juga baru saja mengumumkan sejumlah aksi korporasi besar, termasuk:

Bacaan Lainnya
  • Pemberian pinjaman Rp 11 miliar kepada anak usaha di sektor energi, PT Redeco Petrolin Utama (RPU), dengan bunga 8,1% per tahun.

  • Pengambilalihan saham mayoritas di dua perusahaan pelayaran, PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM), senilai total Rp 2,68 triliun.

  • Penyertaan modal baru di CSI dan MIM senilai lebih dari Rp 4,5 triliun.

  • Pemberian pinjaman Rp 1 triliun kepada mitra strategis, PT Buana Primatama Niaga (BPN), dengan bunga JIBOR + 1,75%.

BACA JUGA: Rupiah Melemah di Awal Pekan, Pasar Tunggu Keputusan The Fed soal Suku Bunga

Seluruh transaksi telah mendapatkan opini kewajaran dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen dan dinyatakan tidak termasuk transaksi material maupun benturan kepentingan, sesuai POJK No. 42/POJK.04/2020.

Dana hasil IPO sebesar Rp 2,37 triliun yang dihimpun CDIA pada Juli 2025 sebagian besar telah dialokasikan untuk pengembangan bisnis logistik dan pelayaran. Langkah ini mencerminkan strategi perusahaan untuk menjadi pemain utama di sektor rantai pasok dan energi terintegrasi di Indonesia. (KSC) 

Pos terkait