MEDAN | kliksumut.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut) menggelar seleksi calon anggota muda dan biasa. Kegiatan ini digelar di Le Polonia Hotel dan Convention, Jalan Jenderal Sudirman No.14 Medan, Kamis (28/7/2022).
Kegiatan seleksi anggota PWI Muda dan Biasa dengan tema “Meningkatkan Kompetensi Wartawan yang Profesional, Beretika dan Bermatabat”.
BACA JUGA: 28 Juli, PWI Sumut Gelar Seleksi Anggota Muda dan Kenaikan Status
Kegiatan ini dihadiri Arianto Agly sebagai Sekretaris Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut, M. Syahrir selaku Ketua Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumut dan Farianda Putra Sinik selaku Ketua PWI Sumut.
Pada kesempatan tersebut, Arianto Agly mengatakan sesuai dengan perkembangan teknologi semakin banyak media online tumbuh dalam dunia pers yang sudah sangat pesat dan kompetitif. Berita-berita yang disajikan dengan cepat diterima oleh masyarakat sebagai pembaca. Namun, banyak berita copi paste. Sehingga terkadang sejumlah media online memberikan berita yang sama, tanpa ada perbedaan sama sekali.
“Tidak mudah mendirikan media online. Harus punya jaringan yang kuat. Berita-berita jangan copi paste,” tegas pria yang akrab di sapa Anto Genk ini.
Pria yang menjabat Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumut ini menjelaskan merupakan hal yang penting bagi wartawan untuk mengikuti UKW dan disebut kompeten, menunjukkan dirinya merupakan jurnalis yang menaati undang-undang pers, kode etik jurnalistik dan kode perilaku wartawan.
Sementara itu, Farianda Putra Sinik, dalam sambutannya mengatakan, rangkaian acara yang di gelar pada saat ini yakni pra UKW dan juga seleksi masuk anggota PWI Muda dan Biasa.
Ia menuturkan dalam hal ini diperlukan adanya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan beberapa jenjang yang harus diikuti wartawan. Pertama, tingkat muda, tingkat madya dan tingkat utama.
BACA JUGA: Lebaran 2022 Kondusif, PWI Tanjungbalai Apresiasi Sinergitas Muspida
“Perusahaan pers yang biasanya terbit dalam bentuk cetak, kini mulai menguranginya dan beralih menggunakan platform online. Dengan satu genggaman di tangan anda, sudah bisa mengetahui berita- berita terupdate,” katanya.
Lanjutnya, tingkat kepercayaan surat kabar harian menurun 36,3 persen. Sedangkan media siber 37, persen.
“Inilah yang selama ini di hadapi oleh media cetak. Contoh oplah cetak biasanya 10 ribu per harinya, kini turun drastis menjadi dua ribuan,” pungkasnya. (BNL)








