Promosi Kopi Indonesia di San Francisco

Promosi Kopi Indonesia di San Francisco
Booth Beaneka Coffee & Roastery di San Francisco Coffee Festival (Foto: koleksi pribadi /Beaneka dan Bimo)

Mengacu pada pengalamannya mengikuti festival kopi baru-baru ini, ia mengatakan bahwa salah satu keunggulan Indonesia adalah tidak ragu-ragu bereksperimen dalam memproses kopi, mencoba menciptakan citarasa baru yang unik.

“Setahu saya orang Indonesia saja yang mau bereksperimen. Di sini mereka tetap mempertahankan apa yang sudah mereka buat, sehingga prosesnya sama terus,” komentarnya.

Untuk berpromosi di AS pada era modernisasi ini, Bimo menambahkan kopi perlu diperkenalkan dengan cara keren dan masuk akal untuk orang-orang Amerika. Ia berancang-ancang akan memanfaatkan informasi digital untuk promosi tersebut. Di antaranya dengan membuat QR code, atau blockchain yang bisa menyimpan semua informasi untuk konsumennya, mulai dari pemrosesan, alat penyangrai (roaster), hingga citarasa dan aroma yang ada di dalam secangkir minuman tersebut.

Adhi, yang bermimpi dapat menyambungkan hubungan antara konsumen di AS dengan petani dan seluruh komunitasnya di Indonesia, pernah mencoba melakukannya dengan video call. Konsumen kemudian diberitahu dari mana asal muasal kopi yang diminumnya.

BACA JUGA: Diteken Presiden AS, Panel Surya Indonesia Siap Bersaing di Amerika Serikat

Bacaan Lainnya

Amanda juga punya mimpi. Selain ingin dapat menyajikan kopi racikannya kepada Presiden Joko Widodo, ia ingin membuka kedai kopi dengan cabang di berbagai tempat di AS. Dengan kedai kopi itu, ia ingin, “Bisa menampilkan kopi Indonesia dari berbagai single origin dan memperkenalkan turisme Indonesia kepada para penikmat kopi.”

Dan bagi Bimo, yang akan kembali ke tanah air untuk melanjutkan kuliahnya di UGM, rencana terdekatnya adalah bersiap membawa produk kopi spesialtinya sendiri ke pameran kopi di Jerman tahun depan. (VOA)

https://www.youtube.com/watch?v=XRZuVnJc6hU

Pos terkait