KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan perhatian besar pemerintah terhadap ketersediaan pangan pokok strategis, khususnya telur ayam ras, yang menjadi sumber protein penting bagi masyarakat. Kepala Negara mengaku rutin memantau harga pangan dengan pola micromanager, menghubungi menteri-menterinya sejak dini hari untuk memastikan kestabilan harga.
Dalam pidato kunci di Forum Bisnis Indonesia-Jepang pada Senin (30/3/2026), Presiden Prabowo mengatakan, “Saya akan menelepon menteri-menteri saya, jam 2 pagi atau jam 5 pagi, dan saya akan bertanya harga telur hari ini,” sebagai bentuk komitmen memantau data secara detail.
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini surplus produksi telur ayam ras, bahkan mampu mengekspor. “Kalau sampai ada kenaikan harga, Satgas Saber akan menelusuri sampai distributor dan produsen,” tegas Amran dikutip dari laman Bapanas, Minggu (5/4/2026).
BACA JUGA: Penuhi Kebutuhan Pangan, Pemkot Binjai Gelar GPM Sambut Nataru 2024/2025
Pengawasan Satuan Tugas (Satgas) Saber Pangan mencatat harga telur di pasar-pasar rakyat masih berada dalam koridor kewajaran, dengan tren penurunan pasca-Idulfitri. Di Yogyakarta, misalnya, harga telur di Pasar Kranggan dan Pasar Beringharjo turun menjadi Rp 28.000 per kg, sementara di Sumatera Utara harga terendah Rp 27.200 per kg.
Namun, harga di Kalimantan dan Papua masih fluktuatif akibat biaya distribusi, dengan harga di Pontianak Rp 33.000 per kg dan Raja Ampat Rp 36.000 per kg. Harga Acuan Pembelian (HAP) produsen ditetapkan maksimal Rp 26.500 per kg, sementara HAP konsumen maksimal Rp 30.000 per kg sesuai Keputusan Kepala Bapanas Nomor 529 Tahun 2024.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan konsumsi per kapita telur ayam ras meningkat 19,1% dibanding 2016, dari 1,983 kg menjadi 2,362 kg per minggu. Inflasi telur ayam ras pada Februari 2026 tercatat 5,79% (YoY), dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,06%. Sementara, Nilai Tukar Petani Subsektor Peternakan meningkat ke 103,62, dan indeks harga petani unggas mencapai 133,63—pencapaian tertinggi dalam 3 tahun terakhir.
BACA JUGA: Stabilitas Harga Pangan Papua Terjaga Pasca Lebaran 2026
Produksi telur nasional diproyeksikan mencapai 7,32 juta ton per tahun, sementara kebutuhan domestik 6,47 juta ton, memastikan Indonesia tidak hanya aman secara konsumsi, tetapi juga siap mengekspor.
Presiden Prabowo menegaskan, kestabilan harga pangan pokok strategis adalah prioritas utama pemerintah. “Telur adalah salah satu pangan pokok yang digemari masyarakat, jadi kita harus pastikan harganya terjangkau,” ujarnya. (KSC)
TIM REDAKSI








