Pondok Pesantren Al Faiz Diteror, Pelaku Ditangkap

Pondok Pesatren Al Faiz di Teror, Pelaku Ditangkap
Pondok Pesantren (Ponpes) Al Faiz di Jalan Bhennika Tunggal Ika Datu Kabu Pasar 3/Jl Jati Pasar 2 Desa Bandar Kalipa, Kec. Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (16/1/2022) di teror oleh salah seorang pria

DELISERDANG | kliksumut.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Faiz di Jalan Bhennika Tunggal Ika Datu Kabu Pasar 3/Jl Jati Pasar 2 Desa Bandar Kalipa, Kec. Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (16/1/2022) di teror oleh salah seorang pria, dengan melakukan pelemparan beberapa kali ke Masjid Pesantren. Atas kesigapan para staf Ponpes, mengejar pelaku dan berhasil menangkap pelaku dan langsung diboyong ke Polda Sumatera Utara.

Peristiwa teror dengan cara pelemparan yang dilakukan oleh salah seorang pelaku yang tidak memiliki indentitas yang benar dan tidak mengakunya pelaku dari mana serta mengaku bernama Herbin Siringoringo, Kepala Sekolah Ponpes Al Faiz, Andi Suhendra Siregar langsung melaporkan peristiwa ini Kepolda Sumatera Utara dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi No. STTLP/B/85/I/2022/SPKT/POLDA SUMUT.

BACA JUGA: Densus 88 Tangkap 24 Orang Terkait Pendanaan Teroris

Sementara itu, Pendiri Ponpes Al Faiz, Fadli Kaukibi SH, CN kepada awak media mengatakan peristiwa ini berawal dengan adanya kecurigaan para staf Ponpes kepada pelaku, bahwa sekitar pukul 4 sore di hari Minggu (17/1/2022) sebelum peristiwa pengusakkan pelaku mondar-mandir di depan Ponpes dan juga samping Ponpes dengan melakukan foto-foto staf Ponpes dan juga Wakil Pimpinan Ponpes.

“Namun setelah melakukan mondar-mandir, tiba waktunya sholat maghrib. Pelaku dengan memegang clurit dan batu, melakukan penyerangan dengan melempar masjid saat para santri dan santriwan serta para staf Ponpes melakukan sholat bersama. Maka atas pelemparan tersebut, para santri/santriwan menjerit dan bertiarap menyelamatkan diri sembari melihat siapa melakukan aksi ini,” sebut Fadli.

Pondok Pesatren Al Faiz di Teror, Pelaku Ditangkap
Pelaku teror dan perusakan Masjid Ponpes Al Faiz dan Surat Laporan Poliri dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi No. STTLP/B/85/I/2022/SPKT/POLDA SUMUT.


Selanjutnya Fadli menjelaskan lagi, bahwa dengan kesigapan para staf Ponpes yang berada dilokasi berhasil menangkap pelaku dengan alat bukti yang berada ditangannya seperti clurit dan batu untuk melempar beberapa kaca jendela Masjid pecah.

“Santri dan staf melawan dan berhasil menangkap satu orang, pengakuan pelempar iyanya di perintah oknum polisi, maka langsung saja pihak ponpes membawa ke Poldasu, indikasi kuat target adalah keluarga/Directur/Kepsek ponpes AL FAIZ selaku Tokoh Agama dan itu terlihat di Hp pelaku ada Foto Ustadz Andi Suhendar Siregar,” jelas Fadli lagi.

Dijelaskan Fadli lagi, bahwa selain itu ada fenomena yang dirinya cermati salah satu ormas, yang ada kecenderungan membuat keributan di beberapa Ponpes di Kecamatan Percut Sei Tuan yang setidaknya ada 2 bahkan 3 Ponpes, kerap bergeseksn dengan ormas/anggota ormas tersebut. Anehnya yang ini di duga ikut melibatkan oknum Polri.

BACA JUGA: Pengungkapan Kasus Teror LBH, Ujian Kemandirian Pihak Berwajib

“Apakah ini bagian dari sentimen terhadap keberadaan Islam, atau Ulama atau Pendidikan Islam secara Nasional atau Regional yang saat ini marak atas info adanya para ustadz menjadi target serangan bermodus orang gila dan modus lain maka fenomena sosial itu masih kita pelajari,” ungkap Fadli dengan serius menjelaskan fenomena peristiwa ini.

Selanjutnya Fadli berharap agar proses terduka pelaku bernama Herbin Siringoringo diproses hukum karena telah membuat teror dan kekerasan terhadap anak-anak santri, guru-guru santri terutama kaum wanita, sarana Pendidikan untuk kehidupan bangsa dan para Ulama atau Ustazd.

“Kenyamanan para pendakwah dan pelajar Islam sangat terganggu atas fenomena sosial ini, Kami mohon agar Kapoldasu memproses hukum terlapor jika benar bahwa Pancasila masih menjadi Konsensus Nasional dan juga bahwa hukum masih tegak kokoh di NKRI dan kami sebagai muslim bukan target permainan dan target serangan bagi pihak pihak yang sentimen dengan agama seperti rumor yang kami dengar dan baca selama ini,” harap Fadli. (WL)

Bacaan Lainnya

Pos terkait