Polisi Patroli Antisipasi Kriminalitas 3C di Pasar Tradisional, Pemkab Langkat Akan Tekan Pengangguran

Polisi Patroli Antisipasi Kriminalitas 3C di Pasar Tradisional, Pemkab Langkat Akan Tekan Pengangguran
Melaksanakan patroli antisipasi gangguan keamanan dan kejahatan pencurian sepeda motor, curas, curat dan kemacetan lalulintas kliksumut.com/ Dody Ariandi.

LANGKAT | kliksumut.com Polisi dari jajaran Polsek Salapian dan Personil Polres Langkat melakukan patroli antisipasi kriminalitas seperti curat, curas dan curanmor (3C), Sedangkan Pemerintah Kabupaten Langkat melakukan penekanan pengangguran yang tinggi.

Seperti yang terpantau di pasar tradisionalTanjung Pangkat Kecamatan Salapian Personil Polsek Salapian, Polres Langkat melaksanakan patroli mengawasi ketat, baik bagi penjual maupun pembeli yang datang ke pasar.

BACA JUGA: Jelang Nataru Waspada Peredaran Uang Palsu, Tiga Orang Ditangkap Dua DPO Polisi

Guna menjaga stabilitas ditempat keramaian aktifitas masyarakat seperti di Pasar Tradisional yang merupakan perputaran perekonomian masyarakat untuk belanja dan berdagang merasa aman dan arus lalulintas dikeramaian berjalan lancar tanpa ada gangguan.

Pelaksanaan patroli dan gatur lalulintas untuk antisipasi gangguan keamanan dan kejahatan pencurian sepeda motor atau curanmor, curas, curat dan kemacetan lalulintas pukul 10:00 pagi, Sabtu (06/01/2024) kemarin.

Kapolsek Salapian IPTU Hotdiatur A.W. Purba, S.Tr.K. MH melalui Kasi Humas Polres Langkat AKP Rajendra Kusuma kepada klilksumut.com menyampaikan bahwa dilakukan kegiatan patroli mengantisipasi 3C.

“Kegiatan giat patroli rutin ini dilaksanakan ditempat keramaian aktifitas masyarakat untuk terciptanya harkamtibmas dimasa
tahapan pemilu 2024 yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Langkat Ir.Tuti Hidayati MSi, saat menyerahkan buku Langkat Angka 2023 kepada Plt Bupati H. Syah Afandin SH, kemarin di ruangan kerja Bupati Langkat mengatakan bahwa produk domestik regional bruto ADHB (Atas harga berlaku) pada 2021 berjumlah Rp46.301,20 Miliar dan mengalami peningkatan di 2022 menjadi Rp51.412,76 Miliar.

“Selain itu angka kemiskinan pada tahun 2021 berjumlah 10,12% dan mengalami penurunan pada tahun 2022 menjadi 9,49%,” jelas Tuti Hidayati.

Tingkat menurun angka kemiskinan yang ada selama 10 tahun terakhir, penurunan terbesar di masa kepemimpinan bapak Syah Afandin.

“Namun juga ada PR yang harus kita perbaiki bersama mengenai peningkatan pengangguran di Kabupaten Langkat,” ungkap Tuti Hidayati.

BACA JUGA: Aneh, Polisi Lakukan Penyelidikan, Mendadak Muncul Video Klarifikasi Diduga Pembuat Video Mengaku Hoax

Di balik semua apa yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Langkat, sambung Afandin, Pemkab Langkat akan bekerja keras menangani peningkatan pengangguran yang terjadi saat ini.

“Saya juga akan berkordinasi dengan Stakeholder baik dari BUMN, BUMD dan Pihak perusahan Swasta lainnya yang ada di Langkat untuk sama -sama mengatasi permasalahan yang menjadi tanggung jawab saya sebagai kepala daerah,” ujar Syah Afandin. (Dogar)

Bacaan Lainnya

Pos terkait