KLIKSUMUT.COM | TAPANULI TENGAH – Seorang petani asal Desa Muara Bolak, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Asdi Simamora, menjadi korban pengeroyokan saat mengikuti aksi unjuk rasa ke DPRD Tapanuli Tengah, Jumat (31/10/25). Kejadian berlangsung tepat di depan rumah mantan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani.
Korban kemudian melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan ke Polres Tapteng berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP Subsider 351. Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/LP/B/514/XT/2025/SPKT Polres Tapanuli Tengah/Polda Sumatera Utara pada tanggal 3 November 2025, sekitar pukul 20.45 WIB.
BACA JUGA: Unjuk Rasa Ribuan Warga Tapteng di DPRD Diwarnai Aksi Lempar Batu, Polisi Turunkan Water Canon
Dalam keterangannya, Asdi menyebut terlapor Ansyari Idrus Perangin-Angin meluapkan emosinya saat kejadian.
“Tangan kiri terlapor memegang kera baju dan tangan kanannya sambil memegang sebatang kayu,” kata korban.
Korban menambahkan, Sadar Mangatas Sarumpaet, Ketua KONI Kota Sibolga, juga turut memukul mulutnya satu kali dengan tangan kiri.
“Yang luka bibir saya. Kalau bisa kasus ini segera secepatnya diproses Polres Kabupaten Tapanuli Tengah, karena saya tak terima apa yang dilakukan mereka. Ini negara hukum,” ungkap Asdi, Selasa (4/11/25) sore.
Kronologis Kejadian
Keributan bermula saat ribuan warga dari Gerakan Masyarakat Tapanuli Tengah melakukan unjuk rasa ke kantor DPRD Tapteng. Aksi itu sempat memanas ketika para pengunjuk rasa melewati rumah mantan Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani di Jl. Junjungan Lubis, Kecamatan Pandan, Tapteng.
Sejumlah kelompok yang berkumpul di lokasi diduga menghadang para pendemo, sehingga memicu bentrokan. Bahkan dalam rekaman video yang beredar viral, sejumlah oknum memaksa kendaraan pick up pembawa pengeras suara untuk berhenti. Beberapa di antaranya nekat meninju bumper depan.
Kondisi makin memanas ketika beberapa orang merusak spanduk yang dibawa para pengunjuk rasa hingga memicu aksi saling dorong dan pemukulan pun tak terhindarkan. Bahkan, orator yang berada di atas mobil komando nyaris menjadi sasaran amukan massa.
Keributan akhirnya dapat diredam oleh pihak kepolisian Polres Tapteng setelah menurunkan mobil water cannon ke lokasi untuk memastikan keamanan masyarakat.
Kapolres Tapteng, AKBP Wahyu Indrajaya, beserta sejumlah perwira tinggi, langsung hadir di lokasi kericuhan untuk menenangkan massa dan mencegah konflik yang lebih besar. (KSC)
REPORTER: Benny Setiawan








