Unjuk Rasa Gerakan Masyarakat Tapteng Diwarnai Aksi Pemutaran Audio Dugaan Skandal Seks Oknum DPRD Sumut

Unjuk Rasa Gerakan Masyarakat Tapteng Diwarnai Aksi Pemutaran Audio Dugaan Skandal Seks Oknum DPRD Sumut
AUDIO BERBAU SEKS: Aksi unjuk rasa Gerakan Masyarakat Tapanuli Tengah di depan kantor DPRD Tapteng, Jumat (31/10/2025) siang, diwarnai dengan pemutaran rekaman audio percakapan berbau seks yang diduga melibatkan oknum pimpinan DPRD Sumut dari Fraksi NasDem dengan seorang wanita. (FOTO: Capture Video/Ist)

KLIKSUMUT.COM | TAPANULI TENGAH – Aksi unjuk rasa Gerakan Masyarakat Tapanuli Tengah di depan kantor DPRD Tapteng, Jumat (31/10/2025) siang, berlangsung panas dan menggelitik. Para pengunjuk rasa memutar rekaman audio percakapan berbau seks yang diduga melibatkan oknum pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi NasDem dengan seorang wanita.

Rekaman ini sebelumnya sempat viral di media sosial, dan pemutaran audio tersebut membuat suasana semakin heboh.

“Ngapain dia itu, perempuan mana yang dia telepon,” ujar seorang pengunjuk rasa saat demo berlangsung.

BACA JUGA: Unjuk Rasa Ribuan Warga Tapteng di DPRD Diwarnai Aksi Lempar Batu, Polisi Turunkan Water Canon

Namun aksi kembali pada konteks tuntutan, mendesak Ketua DPRD Tapteng keluar dari gedung.

Bacaan Lainnya

Mereka juga menyoroti mangkraknya pembangunan gedung Bupati Tapteng dan mendesak agar DPRD membentuk panitia khusus (pansus).

“Keluar kau Ketua DPRD! Kemarin hebat kali kau sampai bagi-bagi nasi ke para pendemo di depan kantor Bupati,” teriak koordinator aksi, Jimedi Marbun.

Secara lantang, Jimedi juga menyinggung mantan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, yang sempat menyebut Masinton Tukkik.

“Saya katakan sama kau ya Bakhtiar, kaulah yang tukkik. Pergilah kau dari Tapteng ini,” tegas Jimedi.

Tukkik dalam bahasa Batak adalah penyakit telinga (teler) yang mengeluarkan air dengan aroma tidak sedap. Bahasa ini kerap disebutkan saat mengejek rekan dalam pergaulan.

BACA JUGA: Kepala SMKN 3 Sibolga yang Diduga “Kebal Hukum”, Akhirnya Minta Maaf Terkait Aksi Unjuk Rasa Siswa yang Ricuh

Aksi sempat memanas ketika petugas Polres Tapteng mencoba meredam massa agar tidak masuk ke gedung DPRD.

“Jangan halangi kami pak Polisi, kami bukan musuh anda. Untuk kawan-kawan tahan. Ketawa nanti mereka kita bentrok dengan Polisi,” ujar Daniel Lumban Tobing, koordinator aksi lainnya.

Meski begitu, anggota DPRD akhirnya menerima sejumlah pengunjuk rasa untuk masuk dan meminta kepastian soal tuntutan mereka. Namun, DPRD Tapteng tetap menolak membentuk pansus terkait Gedung Bupati yang mangkrak dengan alasan bahwa BPK telah melakukan audit setiap tahun. (KSC)

LAPORAN: Tim Redaksi


Pos terkait