MEDAN | kliksumut.com – Perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kegizian sangat memungkinkan adanya percepatan perbaikan status gizi masyarakat. Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) telah menetapkan standar kompetensi bagi anggota yang diharapkan dapat mengantisipasi permasalahan gizi yang terjadi dimasyarakat.
Hal tersebut diungkapkan oleh DR.Dian Dhypo Purboyekti saat konfersi pers, Selasa (19/11/2019) di Medan, saat melakukan kongres Persagi ke XVI bersama DR.Minarto, Ria Sukarno, DR. Andrianto dan Ependi Nainggolan, SKes, M.Kes yang memastikan bahwa gizi kekinian akan dilakukan oleh Persagi.
Baca : Peduli Kesehatan Ibu & Balita, Babinsa 06/Kota Rutin Dampingi Posyandu
“Gizi kekinian adalah untuk memberikan pemahaman tentang perkembangan gizi yang baik dan benar, sehingga masyarakat harus meng-update tata cara yang terkini,” ungkap DR. Dian Dhypo Purboyekti bersama Ria Sukarno.
DR. Dian juga menjelaskan bahwa penguatan kompetensi dan etika profesi diperlukan bagi seluruh profesi gizi yang bekerja dalam upaya perbaikan gizi individu dan masyarakat serta pengembangan gizi di Indonesia.
“Pembahasan Kongres, dibahas tentang Kursus Penyegar Ilmu Gizi (KPIG) dan Temu Ilmiah serta Kongres Persatuan Ahli Gizi XVI, dengan bertemakan Kemandirian Profesi Gizi sebagai Mitra Pemerintah dalam Penanggulangan Masalah Gizi,” jelasnya.
Sementara itu juga DR. Minarto juga menjelaskan bahwa pada saat ini, terdapat sekitar 34.000 anggota yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan dan profesi di Persagi.
“Hal ini merupakan potensi yang besar apabila setiap anggota mempunyai kompetensi, komitmen, dan kemandirian dalam menerapkan ilmu dan keterampilannya,” sebut DR. Minarto.
Sebelumnya Gubernur Sumatera Utara melalui Assiten Perekonomian dan Pembangunan Prov.Sumatera Utara, H.Noval Ahyar SH.MH menyampaikan bahwa pemerintah provinsi Sumatera Utara menyambut baik dengan diadakannya kongres nasional tentang gizi masyarakat.
“Keberhasillan kwalitas bangsa adalah melalui gizi, maka peran penting dalam perkembangan gizi harus sejak dini,” sebut Noval Ahyar.
Baca : Babinsa 02/Sorkam Hadir Sebagai Sosok Peduli Generasi Penerus
Noval Ahyar juga menjelaskan bahwa saat ini, 32,4% stunting yang ada di Sumatera Utara, maka pemerintah provinsi Sumatera Utara terus lakukan penekanan dalam penangangan gizi. (wl)








