Perkuat Hilirisasi dan Akses Keuangan, OJK Petakan Potensi Unggulan Simalungun

Perkuat Hilirisasi dan Akses Keuangan, OJK Petakan Potensi Unggulan Simalungun
Dengan demikian mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (swisma)

KLIKSUMUT.COM | SIMALUNGUN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Simalungun selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Bupati Simalungun

Kegiatan itu digelar untuk menggali, mengidentifikasi, dan memetakan potensi unggulan daerah serta merumuskan peluang pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kontribusi sektor jasa keuangan dalam pengembangan ekonomi daerah.

Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Sumatera Utara, Reza Leonhard memaparkan hasil kajian terkait potensi pengembangan ekonomi daerah dan peluang pendalaman sektor jasa keuangan.

Disebutkannya, Kabupaten Simalungun memiliki potensi ekonomi yang besar untuk dikembangkan melalui pendekatan hilirisasi, khususnya pada sektor agrikultur yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

” Hilirisasi dinilai dapat meningkatkan nilai tambah produk, perluas rantai pasok, meningkatkan daya saing komoditas unggulan, serta menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru,” kata Reza melalui keterangan tertulis dilansir Jumat (3/7/2026).

Bacaan Lainnya

Pada diskusi yang digelar di Kantor Bupati Simalungun, Rabu (24/06/2026) itu, Reza menyampaikan materi bertajuk Peningkatan Nilai Tambah Ragam Keunggulan Daerah melalui Sinergi Hilirisasi Agrikultur, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Mendukung Peluang Pendalaman Sektor Jasa Keuangan.

Dikatakan Reza, pengembangan sektor unggulan daerah melalui hilirisasi juga berpotensi mendorong pendalaman sektor jasa keuangan, antara lain melalui peningkatan kebutuhan pembiayaan.

Kemudian  perluasan akses keuangan, penguatan perlindungan risiko usaha, serta pengembangan berbagai produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Dipaparkan juga materi mengenai potensi pengembangan tanaman pangan di Sumatera Utara.

BACA JUGA: Perkuat Modal, OJK Setujui Lima BPR di Sumatera Gabung ke BPR Mangatur Ganda

OJK mengulas berbagai komoditas tanaman pangan yang memiliki prospek pengembangan, termasuk peluang peningkatan produktivitas, penguatan ekosistem agribisnis, serta dukungan sektor jasa keuangan dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, dan dihadiri perwakilan dari OJK Sumatera Utara, organisasi perangkat daerah (OPD) Simalungun.

Hadir juga PT Bank Sumut, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Perum Bulog, BPJS Ketenagakerjaan, serta gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Mixnon Andreas Simamora menyampaikan  Simalungun memiliki potensi besar pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, UMKM, serta berbagai komoditas unggulan lainnya yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun demikian, pengembangan potensi tersebut memerlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Menurutnya pengembangan sektor unggulan daerah melalui hilirisasi juga berpotensi mendorong pendalaman sektor jasa keuangan, antara lain melalui peningkatan kebutuhan pembiayaan.

Selai  itu juga perluasan akses keuangan, penguatan perlindungan risiko usaha, serta pengembangan berbagai produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Diskusi berlangsung secara interaktif menghasilkan berbagai masukan dari peserta terkait potensi unggulan daerah, tantangan pengembangan sektor pertanian.

Selain itu juga hasilkan masukan kebutuhan akses pembiayaan, hingga peluang kolaborasi antarinstansi dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah.

BACA JUGA: OJK Sumut Dorong ASN dan Pelajar Cerdas Kelola Keuangan lewat HIM 2026 di Simalungun

Melalui FGD ini, OJK bersama Pemkab Simalungun diharapkan dapat memperoleh pemetaan yang lebih komprehensif mengenai potensi unggulan  yang dapat dikembangkan melalui sinergi program pembangunan daerah dan dukungan sektor jasa keuangan.

Dengan demikian mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (KSC)

REPORTER: SN

Pos terkait