KLIKSUMUT.COM | JAMBI – Peredaran uang palsu di Kota Jambi kian meresahkan. Para pelaku kini semakin nekat dan terang-terangan mengedarkan uang palsu, menyasar toko kelontong yang beroperasi 24 jam. Dalam bulan ini saja, kerugian para pedagang ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Ali, seorang pedagang di kawasan di 16 Mayang Alam Barajo mengungkapkan bahwa modus terbaru yang digunakan pelaku adalah dengan berpura-pura mengisi saldo dompet digital (seperti Ovo) menggunakan uang tunai. Namun, uang yang digunakan ternyata campuran antara uang asli dan palsu.
BACA JUGA: Kapolda Jambi Pimpin Upacara Renungan Suci di TMP Satria Bakti
“Mereka datang pas toko ramai. Karena kami sibuk melayani, uang yang diterima tidak sempat dicek. Setelah diperiksa, ternyata ada uang palsu yang diselipkan,” ujar Lia kepada wartawan.
Lia menambahkan, pelaku biasanya beraksi di jam-jam rawan seperti tengah malam hingga dini hari. Saat itu, penjaga toko dalam kondisi mengantuk dan tidak terlalu fokus.
“Uang yang kami dapat Rp 400.000 pada tanggal 21 sekitar pukul 23.35 wib pelaku datang. Saat itu yang jaga Muklis adik saya di 16 Mayang.
Ali, pemilik toko kelontong di kawasan 16 Alam Barajo, juga mengaku menjadi korban. Ia menyebut uang palsu yang paling sering diterima adalah pecahan Rp100.000.
“Karyawan saya yang terima. Kalau dilihat sekilas sih kayak asli, tapi kalau diterawang dan kertasnya agak lembut baru kelihatan itu palsu” ujar Lia.
Menurutnya, pelaku memang menyasar saat kondisi toko sedang ramai agar uang tidak sempat dicek dan langsung masuk ke dalam laci.
“Kami minta BI dan polisi segera razia dan tindak tegas pelaku. Ini bukan kerugian kecil. Kalau terus begini, bisa bangkrut,” kata Lia dengan nada kesal kata Lia, Senin (24/08/2026).
Peredaran uang palsu bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengganggu keamanan transaksi masyarakat. Diharapkan sinergi antara masyarakat, pemilik toko, aparat kepolisian, dan pihak Bank Indonesia dapat segera menghentikan aksi para pelaku.
BACA JUGA: Jambi Jadi Kota Transit Peredaran Narkoba, Polresta Ungkap 149 Kasus dan Amankan 257 Tersangka
Perlatan pencetak uang palsu ini sekarang makin canggih karena uang mirip sekali sangat susah membedakannya. Bedanya cuman kita buktikan palsu setelah kita setor tunai ke ATM. Uang tidak bisa masuk ke ATM uang tertolak.
Ini kejahatan serius yang tidak bisa dibiarkan berlarut larut. Polisi dan BI harapan kita bisa memberantas ini.
Bukan kali ini saja pedagang mendapatkan uang palsu. Dalam bulan ini saja yang diketahui. Diantaranya Lia 400 ribu, Sarmi 400 dan paman saya 500 ribu, ujar Lia. (KSC)
Reporter: Dalil Harahap








