Untuk itu di tahun pelajaran baru ini Perguruan Gajah Mada Medan masih melakukan pembelajaran secara daring. Dalam kegiatan pelaksanaan pembelajaran daring ini diserahkan ke masing-masing guru. Di awal tahun ajaran baru ini, selaku Kepala Sekolah SD telah menginstruksikan guru-guru mata pelajara untuk membuat group belajar Whatsapp (WA) untuk kordinasi pembelajarannya, jadi siswa telah mengetahui sebelumnya informasi mata pelajaran dan jadwal untuk materi yang akan disampaikan, begitu juga dengan tugas-tugas yang diberikan, sehingga siswa dapat mempersiapkan segala sesuatunya. Semua guru mata pelajaran dan wali kelas melaporkan setiap hari setelah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selesai, selanjutnya mengirimkan bukti gambar foto (screen shot) dari pembelajaran daring yang dilakukan. Belajar daring ini sebagai salah satu usaha memutuskan mata rantai penularan Covid-19.
Sementara itu, Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat membuka tahun ajaran baru 2021/2022 bagi siswa SD dan SMP di Kota Medan secara virtual dari Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (12/72021), lalu. Meskipun dilakukan secara virtual, Bobby Nasution berharap tidak menyurutkan semangat para siswa untuk terus belajar dan menimbah ilmu sebagai bekal menjadi calon pemimpin bangsa di masa mendatang.
Pria yang dilahirkan 34 tahun ini selain berprofesi sebagai Kepala Sekolah juga berprofesi sebagai pelatih atlet panjat tebing. Tidak mengherankan di Perguruan Gajah Mada terbentuk klub panjang tebing bertitle “Gajah Mada Climbing Club”. Olahraga adu nyali dengan ketinggian ini menjadi pelajaran ekstra kurikuler bagi palajar SMP dan SMA Perguruan Gajah Mada Medan.
Pelatih bertangan dingin ini telah banyak melahirkan atlet tebing tinggi di Sumut, khususnya di Medan. Sejak tahun 2009 hingga saat ini berkecimpung dalam olahraga uji adrenalin. Setiap kali latihan, suami dari Arikah Sofi,S.Pd tetap menerapkan Prokes kepada atlet yang berlatih di Perguruan Gajah Mada Medan maupun saat berlatih di venue climbing milik Disporasu.
Penerapan prokes dengan 5 M menjadi senjata ampuh bagi atlet agar terhindar dari paparan virus Covid-19. Wahyu dengan tegas mengintrusikan agar para atlet wajib disiplin Prokes, yaitu atlet wajib memakai masker saat berada di luar rumah, atau ketika berkumpul bersama kerabat di mana pun berada, atlet wajib mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun secara berkala.
Jika tak ada air dan sabun, dapat menggunakan hand sanitizer untuk membersihkan tangan dari kuman-kuman yang menempel sebeluam melakukan kegiatan. Selanjutnya, atlet wajib menjaga jarak satu sama lain. Jarak yang dianjurkan adalah 1 hingga 2 meter dari orang sekitarnya saat berada dikerumuman, atlet dianjurkan untuk menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah. Ingat, semakin banyak dan sering bertemu orang, kemungkinan terinfeksi corona dari orang tanpa gejala dan atlet mengurangi mobilitas, jika tidak ada keperluan yang mendesak, tetaplah berada di rumah. Wahyu selalu mengingatkan kepada atlet selalu ingat, virus corona bisa menyebar dan menginfeksi seseorang dengan cepat.
Pria berkulit sawo matang ini, dipercayakan KONI Sumut sebagai pelatih untuk mendampingi atlet panjat tebing yang akan berlaga di PON XX Papua yang akan digelar pada Oktober mendatang. Selain itu, sebanyak 8 atlet yang berasal dari 6 atlet Medan dan 2 atlet Asahan yang dipersiapkan menuju PON XXI/2024 Sumut-Aceh di bawah binaan Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumut juga memberikan kepercayaan kepada Wahyu untuk dilatih menjadi atlet prestasi.
Suntik vaksin Covid-19 merupakan syarat wajib yang harus dipatahui peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua, yang akan digelar pada tanggal 2 sampai tanggal 15 Oktober mendatang. Semua atlet, pelatih dan ofisial harus vaksinasi agar bisa masuk Papua. Hal ini juga termasuk pria yang murah senyum ini sudah divaksin untuk dosis 1 dan dosis 2 yang digelar KONI Sumut. Apalagi pelaksanaan event nasional ini lebih memprioritaskan kesehatan seluruh peserta selama ajang tersebut berlangsung di Papua.
BACA JUGA: Mantan Atlet Nasional Berbagi Pengalaman Kepada Karateka Sumut
“Saya merasa bangga sudah divaksin, Vaksin menjadi salah satu tindakan yang paling efektif untuk mencegah paparan virus atau bakteri apapun yang dapat menyebabkan penyakit. Salah satunya adalah virus corona. Namun, vaksin Covid-19 akan semakin optimal dan efektif, jika setelah pelaksanaannya vaksin tetap menjalankan Prokes dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Wahyu saat bincang-bincang santai di Wisma Atlet Jalam Wiliam Iskandar Medan, Minggu (29/8/20121).
Wahyu mengatakan dengan sudah divaksin seratus persen dapat menjalani hidup yang lebih sehat, bekerja lebih tenang dan aman serta dapat membangun semangat dalam menyiapkan atlet untuk menuai prestasi di pesta olahraga nasional yang digelar empat tahun sekali dan siap memfasilitasi pembelajaran tatap muka di sekolah jika sudah ada izin dari Walikota Medan. Apalagi dengan telah disuntik vaksin sebagai usaha memutuskan mata rantai penularan Covid-19 terus dilakukan oleh pemarintah dengan tujuan agar masyarakat sehat.
Wahyu berpesan kepada masyarakat agar jangan khawatir untuk divaksin, pemerintah Indonesia tentunya akan memikirkan keamanan dari setiap vaksin yang akan diberikan pada masyarakat. Pemerintah akan menyediakan vaksin Covid-19 yang terbukti aman, lolos uji klinis, serta mendapatkan Emergency Use of Authorization (EUA) dari BPOM. Bagi masyarakat yang sudah divaksin untuk terus menerapkan Prokes dengan ketat.
Wahyu sosok tenaga pendidik memiliki tugas di sekolah dan juga sebagai pelatih memiliki tugas untuk membina serta melatih atlet harus mampu untuk berbagi waktu dalam aktivitas sehari-hari dengan mengedepankan Prokes. Di akhir perbincangan wahyu menuturkan agar masyarakat melakukan vaksin Covid-19, karena dengan vaksin tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga melindungi orang-orang di sekitar. Tetap disiplin Prokes dengan gerakan 5M adalah merupakan modal awal yang dibutuhkan agar pandemi Covid-19 bisa cepat usai dari tanah air. (BNL)








