Pemko Pematang Siantar dan Bank Sumut Percepat Program Rumah Bersubsidi untuk ASN dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Pemko Pematang Siantar dan Bank Sumut Percepat Program Rumah Bersubsidi untuk ASN dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar bersama Bank Sumut mempercepat realisasi program rumah bersubsidi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

KLIKSUMUT.COM | PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar bersama Bank Sumut mempercepat realisasi program rumah bersubsidi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap inisiatif nasional 3 juta rumah yang digagas pemerintah pusat melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Wali Kota Pematang Siantar, Wesly Silalahi, melalui Plt Asisten Administrasi Umum Rosion Julietta Hutauruk, menegaskan bahwa penyediaan rumah layak huni merupakan prioritas utama Pemko sebagai langkah nyata meningkatkan kesejahteraan ASN dan masyarakat.

“Rumah merupakan kebutuhan dasar yang sama pentingnya dengan pangan dan sandang. Tanpa tempat tinggal yang layak, kebutuhan manusia belum terpenuhi. Karena itu, sesuai arahan Bapak Wali Kota, kami melakukan percepatan dan sosialisasi aktif agar setiap ASN dan masyarakat di Pematang Siantar memiliki akses terhadap hunian yang terjangkau,” ujar Rosion, Kamis (13/11/2025).

Berdasarkan data BKPSDM Kota Pematang Siantar, terdapat sekitar 800 ASN yang belum memiliki rumah. Pemerintah kota pun akan memfasilitasi proses sosialisasi dan pendampingan kepemilikan rumah dengan menggandeng Bank Sumut serta asosiasi pengembang.

“Kami ingin memastikan ASN dan masyarakat mendapatkan solusi pembiayaan yang mudah, aman, dan sesuai kemampuan mereka,” tambah Rosion.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Koordinator Bank Sumut Pematang Siantar, Subhan Pardosi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemko yang menggandeng Bank Sumut sebagai mitra utama pembiayaan rumah subsidi.

BACA JUGA: BUMG Makmur Bersama Lhok Bengkuang Timur Sukses Kembangkan Peternakan Bebek dan Lele, Jadi Contoh Pemberdayaan Ekonomi Desa

“Kami melihat program ini bukan hanya peluang bisnis, tetapi juga tanggung jawab sosial. Sebagai bank milik daerah, Bank Sumut berkomitmen mendukung pemerintah kota dalam meningkatkan kesejahteraan ASN dan masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Subhan.

Bacaan Lainnya

Bank Sumut menargetkan pembiayaan untuk 1.330 unit rumah subsidi di wilayah Pematang Siantar. Dari jumlah itu, sekitar 600–700 unit telah terjual, sementara sisanya masih tersedia bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima FLPP.

Program rumah subsidi ini menawarkan harga mulai Rp166 juta dengan suku bunga tetap 5%, tenor hingga 20 tahun, dan cicilan mulai Rp1 juta per bulan. Calon pembeli cukup menyiapkan uang muka 1% atau sekitar Rp1,6 juta untuk memiliki rumah layak huni.

Bank Sumut menegaskan, proses pembiayaan dilakukan dengan prinsip tata kelola yang ketat dan mitigasi risiko yang baik. Pemohon wajib merupakan WNI yang belum memiliki rumah, berusia 21–60 tahun, memiliki NIK dan NPWP, serta rekam jejak kredit yang sehat.

“Kami ingin program ini tepat sasaran dan membantu mereka yang benar-benar membutuhkan. Ini juga bagian dari upaya kami menjaga kualitas pembiayaan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Subhan.

Program perumahan bersubsidi di Pematang Siantar merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, yang menargetkan pembangunan 20.000 unit rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh wilayah Sumatera Utara.

BACA JUGA: Raih Rekor MURI: Smartfren Gelar “Smartfren Fun Run 2025” Perkuat Jaringan di Tapteng

Melalui kolaborasi erat antara pemerintah daerah, perbankan, dan asosiasi pengembang, Bank Sumut optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

“Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun ekonomi rakyat dan memperkuat kesejahteraan sosial. Rumah layak huni adalah fondasi keluarga yang sejahtera,” tutup Subhan. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait